MALÅ / Easy Locator Core

MALÅ Easy Locator Core Ground Penetrating Radar

MALÅ Easy Locator Core menyatukan GPR 450 MHz, interpretasi real-time MALÅ AI, akuisisi nirkabel, dan MALÅ Vision untuk membantu tim menemukan, menandai, serta mendokumentasikan utilitas sebelum penggalian. Desain 15 kg, IP65, dan opsi positioning RTK GNSS atau total station mendukung pekerjaan dari avoidance hingga pemetaan 3D.

Available Ground Penetrating Radar (GPR)

Deskripsi Produk

Kerusakan kabel listrik, jaringan telekomunikasi, pipa air, atau utilitas proses saat penggalian dapat menghentikan pekerjaan jauh lebih lama daripada waktu yang dibutuhkan untuk melakukan pemeriksaan awal. Masalahnya, gambar utilitas lama belum tentu lengkap, posisi as-built dapat bergeser, dan tidak semua objek bawah tanah dapat dicari hanya dengan electromagnetic locator.

MALÅ Easy Locator Core memberi tim lapangan cara non-destruktif untuk membaca indikasi perubahan di bawah permukaan sebelum alat gali bekerja. Sistem GPR 450 MHz ini menggabungkan akuisisi data melalui perangkat mobile, bantuan interpretasi real-time MALÅ AI, dan pengolahan berbasis cloud melalui MALÅ Vision. Hasilnya dapat dipakai untuk avoidance, mark-out, atau pemetaan utilitas yang lebih terstruktur.

Nilai GPR bukan sekadar menghasilkan radargram. Sistem yang tepat harus membantu operator mengumpulkan lintasan secara konsisten, mengenali respons yang perlu diperiksa, menempatkan hasil pada koordinat, dan menyerahkan dokumentasi yang dapat dipahami oleh tim konstruksi atau pengelola aset. Easy Locator Core dirancang untuk menghubungkan pekerjaan tersebut dari lapangan sampai laporan.

Mengurangi Risiko Sebelum Penggalian Dimulai

Utility strike sering terjadi ketika keputusan lapangan hanya mengandalkan drawing, tanda lama, atau asumsi bahwa jalur utilitas mengikuti garis lurus. GPR menambah lapisan informasi dengan memancarkan gelombang elektromagnetik dan merekam respons dari perubahan sifat material di bawah permukaan.

Metode ini relevan untuk mencari indikasi pipa atau kabel logam maupun nonlogam, duct, struktur terpendam, dan anomali lain ketika terdapat kontras yang cukup terhadap tanah di sekitarnya. Karena respons dipengaruhi jenis tanah, kelembapan, material, ukuran, orientasi, kedalaman, dan gangguan, hasil tidak boleh diperlakukan sebagai bukti tunggal bahwa suatu objek pasti ada atau tidak ada.

Workflow yang kuat menggabungkan GPR dengan informasi utilitas eksisting, inspeksi visual, electromagnetic locator jika sesuai, lintasan silang, titik kontrol, dan verifikasi lapangan. Pendekatan ini memberi tim proyek dasar keputusan yang lebih baik sebelum menentukan jalur trench, titik pengeboran, atau area yang perlu dibuka secara hati-hati.

Avoidance untuk Tim yang Bekerja di Area Galian

Pada pekerjaan avoidance, pemeriksaan dilakukan untuk membantu tim yang akan menggali mengenali area dengan indikasi utilitas. Easy Locator Core dapat didorong melintasi area kerja sambil menampilkan radargram pada tablet. Operator dapat mengatur gain dan contrast, mengurangi background noise, serta menempatkan surface marker dan object marker selama pengumpulan data.

MALÅ AI memberi feedback berupa marker yang membantu operator memperhatikan respons tertentu secara real-time. Fitur ini berguna ketika waktu mobilisasi terbatas atau area perlu diperiksa tepat sebelum pekerjaan dimulai. Namun marker AI tetap harus dilihat sebagai bantuan interpretasi. Operator perlu menilai bentuk respons, konsistensi pada lintasan silang, kondisi permukaan, dan informasi pendukung sebelum memberi rekomendasi kepada tim penggalian.

Untuk avoidance, produktivitas tidak hanya ditentukan oleh seberapa cepat alat dapat didorong. Batas area, jarak antar lintasan, arah lintasan, penandaan permukaan, dan cara mengomunikasikan hasil harus disepakati sebelum survei dimulai agar area yang sudah dan belum diperiksa tidak tertukar.

Utility Mark-Out untuk Surveyor dan Engineer

Mark-out ditujukan untuk menemukan serta menandai indikasi jalur utilitas di permukaan sebelum excavation. Pekerjaan ini biasanya memerlukan lintasan dari beberapa arah agar operator dapat memeriksa apakah sebuah respons berulang, membentuk pola, dan dapat diikuti sepanjang area survei.

Easy Locator Core membantu operator menambahkan marker saat pengukuran berlangsung. Marker dari MALÅ AI dapat dikonversi menjadi object marker dengan kode warna utilitas yang digunakan dalam workflow proyek, kemudian diteruskan untuk processing dan dokumentasi.

Hasil mark-out perlu menyatakan batas pekerjaan dengan jelas. Tanda di permukaan menunjukkan interpretasi berdasarkan data yang tersedia, bukan jaminan posisi absolut atau identifikasi material. Toleransi horizontal, estimasi kedalaman, kualitas posisi, area yang tidak dapat diakses, dan ketidakpastian lain perlu dicatat agar tim konstruksi memahami cara menggunakan hasilnya.

Pemetaan 3D untuk Dokumentasi yang Dapat Digunakan Kembali

Ketika hasil harus menjadi bagian dari drawing, basis data aset, atau perencanaan pekerjaan berikutnya, pengumpulan lintasan perlu lebih terstruktur daripada pemeriksaan avoidance. Fitur Dynamic Grid membantu operator mengumpulkan data 3D dengan panjang profil yang dapat menyesuaikan bentuk lokasi. Grid spacing dan arah lintasan ditetapkan sesuai ukuran target serta resolusi yang dibutuhkan.

Technical specification Easy Locator Core mendukung positioning melalui encoder, posisi perangkat mobile, DGNSS, opsi RTK GNSS, atau total station. Positioning yang lebih baik memungkinkan setiap trace dikaitkan dengan lokasi, tetapi kualitas akhir tetap mengikuti setup, koreksi, mounting, sistem koordinat, dan prosedur kontrol yang digunakan.

Setelah akuisisi, data serta marker dapat diunggah ke MALÅ Vision untuk processing dan interpretasi. Tim dapat menyusun site map, melihat profil 2D, interpolasi 3D atau time slice, dan menempatkan interpretasi pada peta. Hasil dapat diekspor sebagai peta cetak, DXF, atau KMZ untuk diteruskan ke tim engineering, CAD, GIS, atau pengelola aset.

MALÅ AI Mempercepat Review, Bukan Menggantikan Operator

Interpretasi GPR membutuhkan perhatian terhadap pola refleksi, noise, material permukaan, perubahan lapisan, dan konsistensi antar lintasan. MALÅ AI dirancang untuk memberi bantuan interpretasi saat data dikumpulkan sehingga operator dapat lebih cepat menandai respons yang perlu diperiksa.

Bagi pengguna baru, feedback real-time membantu membangun workflow yang lebih terarah. Bagi operator berpengalaman, marker otomatis dapat mengurangi waktu yang dihabiskan untuk menelusuri setiap profil dari awal. Semua marker tetap perlu ditinjau karena objek bukan satu-satunya penyebab respons pada radargram. Perubahan lapisan tanah, reinforcement, drainase permukaan, sambungan, atau noise juga dapat menghasilkan pola yang membutuhkan interpretasi.

Dalam prosedur kerja, tentukan siapa yang berwenang menerima hasil, bagaimana marker diklasifikasikan, kapan lintasan tambahan harus diambil, dan metode apa yang digunakan untuk verifikasi. Dengan batas tersebut, AI berfungsi sebagai alat produktivitas tanpa mengaburkan tanggung jawab teknis operator.

MALÅ Controller App untuk Akuisisi di Lapangan

MALÅ Controller App menjadi platform akuisisi Easy Locator Core pada perangkat mobile. Antarmuka berbasis sentuhan memungkinkan operator melihat data saat dikumpulkan, mengatur tampilan, membersihkan background, dan menambahkan marker tanpa berpindah ke perangkat terpisah.

Koneksi nirkabel mengurangi kabel pada carrier dan membuat setup lebih ringkas. Sebelum pekerjaan dimulai, tim tetap perlu memastikan versi aplikasi, sistem operasi tablet, ruang penyimpanan, daya baterai, pengaturan proyek, serta metode transfer data sudah sesuai.

Technical specification merekomendasikan Samsung Galaxy Tab Active Pro. Jika akan menggunakan perangkat lain, periksa dukungan sistem operasi, kompatibilitas aplikasi, performa layar di luar ruangan, proteksi lingkungan, mounting, dan durasi baterai sebelum paket ditetapkan.

MALÅ Vision Menghubungkan Data Lapangan dengan Deliverable

MALÅ Vision digunakan untuk pengolahan dan analisis data GPR pada berbagai perangkat. Data dari lapangan dapat ditampilkan dalam 1D, 2D, dan 3D, dikombinasikan dengan site map, serta disajikan sebagai time slice atau interpretasi jalur objek.

Peta dasar dapat menggunakan Google Maps atau OpenLayers, termasuk citra satelit dan Street View ketika tersedia. Untuk kebutuhan handover, hasil dapat diekspor sebagai peta, DXF, atau KMZ. Format output sebaiknya disepakati sebelum survei karena kebutuhan CAD, GIS, atau laporan cetak akan menentukan sistem koordinat, kepadatan lintasan, dan level processing.

Cloud workflow memudahkan data dibagikan kepada tim kantor tanpa menunggu seluruh mobilisasi selesai. Organisasi yang memiliki persyaratan keamanan atau tata kelola data perlu memeriksa hak akses, koneksi, penyimpanan, struktur folder, dan prosedur approval yang akan digunakan.

Antena 450 MHz untuk Utility Locating

Easy Locator Core menggunakan antena dengan frekuensi tengah 450 MHz, MALÅ HDR real-time sampling, output data 32-bit, signal-to-noise ratio lebih dari 102 dB, dan fractional bandwidth lebih dari 121% pada -10 dB menurut technical specification produsen.

Frekuensi tersebut dioptimalkan untuk utility locating dan pemetaan bawah tanah, tetapi tidak menghasilkan satu angka kedalaman yang berlaku di semua lokasi. Tanah lempung yang konduktif atau sangat basah dapat meredam sinyal lebih cepat daripada material yang relatif resistif. Target kecil, sejajar dengan lintasan, atau memiliki kontras rendah juga lebih sulit dibaca.

Karena itu, kelayakan GPR sebaiknya dinilai dari kondisi lokasi dan target, bukan hanya frekuensi antena. Bila memungkinkan, lakukan test line pada objek atau area yang informasinya sudah diketahui untuk melihat kualitas respons sebelum menetapkan parameter produksi.

Mobilitas dan Daya untuk Survei Lapangan

Unit memiliki berat operasi 15 kg tanpa tablet, dimensi 102 × 49 × 79 cm saat digunakan, dan dapat dilipat menjadi 29 × 49 × 49 cm. Konfigurasi ini membantu mobilisasi antarlokasi dan penyimpanan, terutama ketika tim perlu berpindah di area konstruksi yang aktif.

Perlindungan IP65 mendukung penggunaan lapangan, sementara dua baterai Li-Ion 12 V yang dapat dipertukarkan memberikan waktu operasi lebih dari delapan jam menurut technical specification. Sumber eksternal 12 V DC juga didukung. Durasi aktual mengikuti kondisi baterai, temperatur, perangkat yang terhubung, dan pola penggunaan.

Untuk permukaan yang lebih menantang, MALÅ Rough Terrain Cart Mini tersedia sebagai opsi. Pemilihan carrier perlu mempertimbangkan lebar akses, permukaan, kemiringan, vegetasi, radius putar, stabilitas encoder, dan keselamatan operator—bukan hanya kemampuan roda melewati medan.

Kapan Easy Locator Core Menjadi Pilihan yang Tepat?

Easy Locator Core layak dipertimbangkan ketika organisasi membutuhkan satu sistem untuk bergerak dari pemeriksaan cepat ke dokumentasi yang lebih lengkap. Penggunanya dapat mencakup utility locator, surveyor, kontraktor sipil, tim engineering, pengelola kawasan, pemilik aset, dan penyedia jasa pemetaan bawah tanah.

Produk ini paling relevan ketika pekerjaan memerlukan:

  • bantuan interpretasi real-time selama akuisisi;
  • penandaan indikasi utilitas sebelum penggalian;
  • kemampuan membangun grid untuk pemetaan 3D;
  • positioning melalui encoder, DGNSS, opsi RTK GNSS, atau total station;
  • alur data dari tablet ke processing dan laporan;
  • ekspor peta, DXF, atau KMZ; serta
  • unit lapangan yang dapat dilipat dan dikonfigurasi untuk medan berbeda.

GPR tidak menggantikan seluruh metode locating. Electromagnetic locator tetap berguna untuk jalur konduktif yang dapat diberi sinyal, sedangkan test pit, vacuum excavation, atau metode verifikasi lain mungkin tetap diperlukan sebelum pekerjaan kritis. Nilai Easy Locator Core terletak pada kemampuan membaca konteks bawah permukaan dan menyatukan hasilnya dalam workflow yang dapat ditelusuri.

Tentukan Scope sebelum Menentukan Konfigurasi

Konfigurasi yang cocok untuk avoidance harian belum tentu sama dengan paket untuk pemetaan 3D. Agar kebutuhan hardware, positioning, software, aksesori, dan training dapat dihitung dengan tepat, siapkan:

  1. lokasi, luas, bentuk area, dan kondisi akses;
  2. jenis utilitas atau objek yang dicari;
  3. material, diameter, orientasi, dan perkiraan kedalaman jika diketahui;
  4. kondisi tanah, kelembapan, serta jenis permukaan;
  5. tujuan pekerjaan: avoidance, mark-out, atau pemetaan;
  6. jarak antar lintasan dan kebutuhan 2D atau 3D;
  7. sistem koordinat serta metode positioning;
  8. format output seperti peta, laporan, DXF, atau KMZ;
  9. tablet, receiver GNSS, total station, atau aksesori yang sudah dimiliki;
  10. kebutuhan RTC Mini, baterai, transport case, training, dan dukungan; serta
  11. jadwal penggunaan, jumlah operator, dan lokasi pengiriman.

Informasi tersebut membantu menilai apakah Easy Locator Core sesuai, menentukan opsi yang benar, dan mencegah penawaran terlihat murah karena komponen penting belum dihitung.

Harga MALÅ Easy Locator Core dan Permintaan Penawaran

Harga MALÅ Easy Locator Core di Indonesia mengikuti konfigurasi unit, tablet, MALÅ Vision, positioning, carrier, baterai, aksesori, training, dukungan teknis, jumlah unit, dan lokasi pengiriman. Perbandingan harga sebaiknya dilakukan pada scope yang sama—termasuk software, positioning, deliverable, dan layanan setelah pembelian.

Hubungi Fortest dengan informasi target, kondisi lokasi, luas area, kebutuhan positioning, dan output yang diharapkan. Tim kami akan membantu menilai workflow serta menyiapkan konfigurasi MALÅ Easy Locator Core Ground Penetrating Radar untuk kebutuhan utility locating dan underground mapping Anda.

Aplikasi

  • Utility avoidance sebelum penggalian, trenching, atau pekerjaan sipil
  • Penandaan indikasi jalur kabel dan pipa bawah tanah
  • Pemetaan utilitas bawah tanah dalam workflow 2D atau 3D
  • Survei utilitas pada jalan, kawasan industri, konstruksi, dan infrastruktur
  • Dokumentasi aset bawah tanah untuk perencanaan dan pemeliharaan
  • Pemeriksaan area sebelum directional drilling atau pemasangan utilitas baru
  • Pengumpulan data GPR dengan positioning encoder, DGNSS, RTK GNSS, atau total station
  • Penyusunan peta, DXF, KMZ, serta laporan hasil melalui MALÅ Vision

FAQ MALÅ Easy Locator Core Ground Penetrating Radar

Pertanyaan umum tentang produk ini.

Apa fungsi utama MALÅ Easy Locator Core? +
MALÅ Easy Locator Core adalah ground penetrating radar yang dioptimalkan untuk utility locating dan pemetaan bawah tanah. Sistem ini membantu tim memeriksa area sebelum penggalian, menandai indikasi jalur utilitas, dan mendokumentasikan hasil survei melalui MALÅ Controller App serta MALÅ Vision.
Apakah MALÅ Easy Locator Core dapat mendeteksi pipa dan kabel nonlogam? +
GPR merespons perubahan sifat elektromagnetik di bawah permukaan, sehingga dapat membaca indikasi objek logam maupun nonlogam ketika ukuran, material, kondisi tanah, orientasi, dan kontras terhadap material sekitarnya memadai. Tidak setiap pipa atau kabel akan menghasilkan respons yang jelas; hasil perlu ditafsirkan bersama data lapangan dan metode verifikasi lain.
Berapa kedalaman deteksi MALÅ Easy Locator Core? +
Produsen tidak mencantumkan satu angka kedalaman maksimum pada technical specification Easy Locator Core. Kedalaman efektif dipengaruhi konduktivitas dan kelembapan tanah, material target, ukuran, orientasi, frekuensi antena, gangguan, serta kualitas akuisisi. Informasikan kondisi lokasi dan target agar kelayakan metode dapat dinilai sebelum penawaran.
Apa yang dilakukan MALÅ AI? +
MALÅ AI memberi bantuan interpretasi real-time ketika data dikumpulkan melalui MALÅ Controller App. Marker yang dibuat AI dapat dikonversi menjadi object marker dan diteruskan ke MALÅ Vision. Fitur ini mempercepat review, tetapi bukan jaminan bahwa setiap marker pasti merupakan utilitas; keputusan tetap membutuhkan interpretasi dan quality control operator.
Apa perbedaan avoidance, mark-out, dan 3D mapping? +
Avoidance adalah pemeriksaan cepat untuk membantu tim penggalian menghindari indikasi utilitas. Mark-out dilakukan locator, surveyor, atau engineer untuk menandai posisi indikasi di permukaan. Pemetaan 3D menggunakan lintasan terencana, positioning, serta post-processing untuk membuat dokumentasi utilitas yang lebih menyeluruh dan dapat digunakan kembali.
Output apa yang dapat dibuat melalui MALÅ Vision? +
MALÅ Vision dapat digunakan untuk melihat data 1D, 2D, 3D, site map, dan time slice, menampilkan interpretasi pada Google Maps atau OpenLayers, serta mengekspor hasil sebagai peta cetak, DXF, atau KMZ. Jenis deliverable perlu ditentukan sejak perencanaan survei karena memengaruhi lintasan, positioning, dan processing.
Apakah Easy Locator Core dapat memakai RTK GNSS atau total station? +
Technical specification mencantumkan opsi RTK GNSS, DGNSS, posisi perangkat mobile, encoder, dan dukungan total station. Receiver, prisma, mounting, format data, controller, dan workflow yang akan digunakan perlu diperiksa kompatibilitasnya sebelum konfigurasi ditetapkan.
Apakah Easy Locator Core dapat digunakan pada medan tidak rata? +
Unit standar dirancang ringan dan mudah dimobilisasi, sedangkan MALÅ Rough Terrain Cart Mini tersedia sebagai opsi untuk medan yang lebih menantang. Permukaan, kemiringan, ruang gerak, vegetasi, dan keselamatan operator perlu disampaikan agar carrier serta aksesori yang sesuai dapat dipilih.
Berapa harga MALÅ Easy Locator Core di Indonesia? +
Harga mengikuti konfigurasi unit, tablet, software, positioning, carrier, baterai, aksesori, training, dukungan teknis, jumlah unit, dan lokasi pengiriman. Kirimkan target survei, kondisi tanah, luas area, kebutuhan output, dan jadwal proyek agar penawaran dapat disusun pada scope yang tepat.

Tertarik dengan MALÅ Easy Locator Core Ground Penetrating Radar?

Hubungi tim kami untuk mendapatkan penawaran harga, ketersediaan stok, dan rekomendasi konfigurasi.

Chat WhatsApp