A1040 MIRA Classic vs MIRA 3D vs MIRA 3D Pro: Memilih Tomograph Beton yang Tepat
Bandingkan A1040 MIRA Classic, MIRA 3D, dan MIRA 3D Pro berdasarkan array, aperture, workflow data, objek inspeksi, mobilitas, software, dan scope pengadaan.

Buyer yang membandingkan A1040 MIRA Classic vs MIRA 3D vs MIRA 3D Pro sebenarnya tidak sedang memilih versi “biasa, lebih baik, dan terbaik”. Ketiganya adalah ultrasonic concrete tomograph untuk inspeksi pulse-echo dari satu sisi, tetapi membawa arsitektur array, workflow data, mobilitas, dan kebutuhan pengadaan yang berbeda.
Pilihan yang tepat dimulai dari pekerjaan yang harus diselesaikan. Elemen setebal beberapa ratus milimeter dengan kebutuhan B-scan lapangan tidak otomatis memerlukan konfigurasi aperture terbesar. Sebaliknya, struktur masif, material berattenuasi tinggi, atau target di balik beberapa lapis tulangan tidak sebaiknya dievaluasi hanya dari harga unit paling rendah.
Panduan ini membantu tim engineering, laboratorium NDT, konsultan struktur, owner, dan procurement menentukan model yang layak masuk shortlist sebelum meminta quotation atau application trial.
Ringkasan Perbandingan A1040 MIRA
| Aspek keputusan | A1040 MIRA Classic | A1040 MIRA 3D | A1040 MIRA 3D Pro |
|---|---|---|---|
| Arsitektur awal | Fixed matrix array | Satu electronic array | Dual electronic array |
| Elemen atau channel | 48 transducers dalam 12 blok | 32 A-DPC dan 32 parallel DAQ channels | 64 A-DPC dan 64 parallel DAQ channels |
| Akuisisi dan rekonstruksi | SAFT-C, B-scan, pemrosesan lanjutan | 3D FMC dan GPU-based TFM | 3D FMC dan GPU-based TFM dengan effective aperture lebih besar |
| Kontrol | Display dan keyboard terintegrasi | Tablet-PC atau laptop | Tablet-PC atau laptop |
| Workflow utama | Unit mandiri, sounding lokal, grid, transfer USB | Single scan, area scan, volume 3D, konfigurasi scalable | Area atau volume 3D pada objek yang membutuhkan aperture lebih besar |
| Acuan kedalaman | Inspection range 10–2.500 mm; maximum view depth pada reinforced concrete hingga 800 mm dalam kondisi sesuai | Penetration depth hingga 3.000 mm dalam kondisi sesuai | Hingga 3 m pada kondisi dasar; target lebih dalam memerlukan konfigurasi, E-Boosting, dan validasi aplikasi |
| Bobot maksimum yang dinyatakan | 4,5 kg | 3,5 kg | 5,6 kg |
| Posisi terbaik | Workflow mandiri dan kebutuhan B-scan yang terdefinisi | Keseimbangan mobilitas, imaging 3D, dan kemampuan ekspansi | Struktur tebal, material attenuative, atau target yang membutuhkan high aperture |
Angka pada tabel merupakan acuan konfigurasi yang didokumentasikan, bukan janji performa pada setiap objek. Kedalaman efektif dan kualitas citra tetap ditentukan oleh kondisi beton, reinforcement density, target, aperture, parameter pengukuran, dan disiplin pemindaian.
Kapan Memilih A1040 MIRA Classic?
A1040 MIRA Classic menggunakan fixed array berisi 48 dry-point-contact transducers. Display 5,7 inci, keyboard, baterai, dan memori 7 GB berada pada unit, sehingga operator dapat menjalankan sounding dan meninjau B-scan tanpa menjadikan tablet sebagai kontrol utama.
Karakter tersebut relevan ketika tim menginginkan:
- instrumen mandiri untuk pemeriksaan lokal dan grid yang terencana;
- akses satu sisi pada slab, dinding, kolom, tunnel lining, atau elemen beton lain;
- pemetaan reflektor, back wall, atau indikasi internal melalui B-scan;
- transfer data melalui USB untuk evaluasi dengan INTROVIEW; dan
- workflow yang telah dikenal oleh operator MIRA generasi Classic.
MIRA Classic bukan versi 3D yang sekadar memiliki jumlah channel berbeda. Sistem ini memakai arsitektur, antarmuka, metode pemrosesan, dan paket software tersendiri. Karena itu, fitur FMC/TFM real-time, E-Boosting, atau konfigurasi dual-array pada generasi MIRA 3D tidak boleh ditempelkan pada Classic.
Model ini juga tidak otomatis menjadi pilihan paling ekonomis. Procurement tetap perlu memeriksa masa lisensi INTROVIEW, checking atau reference accessories, kebutuhan laptop untuk pemrosesan, pelatihan, serta dukungan interpretasi.
Kapan Memilih A1040 MIRA 3D?
A1040 MIRA 3D memulai dari array 32 Active Dry-Point-Contact transducers dan 32 parallel DAQ channels. Sistem memperoleh data melalui Full Matrix Capture, kemudian merekonstruksi volume dengan Total Focusing Method berbasis GPU.
Nilai praktisnya bukan hanya pada label “3D”. Operator dapat menjalankan single scan untuk pengecekan lokal, area scan untuk membangun coverage, dan pemrosesan volume untuk meninjau B-, C-, atau D-scan serta cutting plane. Kontrol melalui tablet atau laptop juga memungkinkan workflow data yang lebih terhubung dengan dokumentasi proyek.
MIRA 3D standar menjadi titik awal yang rasional ketika buyer membutuhkan:
- visualisasi 2D dan 3D dari akses satu sisi;
- unit yang lebih compact untuk mobilisasi lapangan;
- array yang dapat diperluas bila scope berkembang;
- FMC/TFM untuk evaluasi reflektor pada beton atau material serupa; dan
- pengelolaan hasil dengan INTROVIEW Pro sesuai scope lisensi.
Konfigurasi 32-channel bukan berarti performanya selalu setengah dari Pro. Pada target dan kedalaman yang sesuai, aperture standar dapat memberikan data yang memadai dengan bobot, setup, dan biaya yang lebih efisien. Pertanyaan kuncinya adalah apakah objek aktual memerlukan aperture tambahan.
Kapan Memilih A1040 MIRA 3D Pro?
A1040 MIRA 3D Pro menggunakan dua array dengan total 64 A-DPC transducers dan 64 parallel DAQ channels. Susunannya dapat membentuk aperture 4 Ă— 16 atau 8 Ă— 8 sesuai konfigurasi yang didokumentasikan.
Effective aperture yang lebih besar relevan ketika inspeksi menghadapi:
- dinding, pier, foundation block, dam wall, atau elemen beton masif;
- material yang sangat attenuative;
- target di bawah beberapa lapis reinforcement;
- kebutuhan sensitivity atau signal-to-noise ratio yang tidak memadai pada aperture lebih kecil; atau
- desain scanning yang memang membutuhkan dual-array.
Keuntungan tersebut datang bersama konsekuensi. Unit Pro lebih besar dan berat, frame repetition rate 3D pada konfigurasi yang didokumentasikan lebih rendah, dan bill of materials mencakup dua array serta kebutuhan baterai, kabel, hard case, software, dan support yang harus dinyatakan jelas.
Angka kedalaman 4–6 m yang dikaitkan dengan E-Boosting tidak boleh diperlakukan sebagai jaminan universal. Target semacam itu harus dinilai dari material, reinforcement, ukuran reflektor, orientasi, kondisi permukaan, aperture, dan data uji yang representatif.
Pilih Berdasarkan Keputusan Inspeksi
Cara paling aman membandingkan ketiga model adalah memulai dari pertanyaan yang harus dijawab engineer.
Jika prioritasnya sounding lokal dan B-scan mandiri
MIRA Classic layak masuk shortlist. Periksa apakah workflow B-scan, transfer USB, dan pemrosesan INTROVIEW sudah memenuhi deliverable yang diminta.
Jika prioritasnya imaging 3D dengan mobilitas tinggi
MIRA 3D standar biasanya menjadi baseline. Konfigurasi 32-channel memberi keseimbangan antara ukuran, berat, FMC/TFM, dan opsi ekspansi.
Jika objek tebal atau signal path sangat menantang
MIRA 3D Pro patut dievaluasi. Namun keputusan harus didukung review objek dan idealnya trial pada mock-up, reference area, atau kondisi yang mewakili proyek.
Jika tim hanya membutuhkan time-of-flight atau pemeriksaan retak
Tomograph belum tentu menjadi pilihan pertama. Baca panduan ultrasonic pulse-echo vs UPV beton untuk memisahkan kebutuhan citra reflektor dari kebutuhan pengukuran waktu rambat, crack depth, atau crack width.
Jangan Membandingkan Harga Unit Saja
Penawaran A1040 MIRA baru dapat dibandingkan secara setara bila scope-nya sama. Minta vendor menuliskan setidaknya:
- nama model dan jumlah array atau channel;
- unit kontrol, tablet, laptop, serta protective case;
- jumlah baterai, charger, dan kabel data;
- reference block atau checking accessories;
- versi software, jenis lisensi, serta masa update dan support;
- ketersediaan E-Boosting atau modul tambahan;
- scanner, encoder, atau aksesori area scan;
- training operator dan interpretasi;
- demonstration, commissioning, atau application trial;
- garansi, layanan purna jual, dan dukungan aplikasi.
Harga awal yang lebih rendah dapat berubah menjadi biaya operasional lebih tinggi bila lisensi, reference accessories, pelatihan, atau dukungan aplikasi belum termasuk. Sebaliknya, membeli aperture terbesar tanpa kebutuhan yang terdefinisi juga menambah investasi dan kompleksitas tanpa manfaat yang jelas.
Batas Interpretasi Tetap Sama
Ketiga model menghasilkan respons dan visualisasi ultrasonik—bukan keputusan struktur otomatis. Reflektor dapat berkaitan dengan back wall, tulangan, duct, interface material, void, delaminasi, retak dengan orientasi tertentu, atau kondisi lain.
Tomogram tidak dengan sendirinya menentukan:
- jenis cacat secara pasti;
- kuat tekan atau kapasitas elemen;
- penyebab anomali;
- dimensi target yang presisi tanpa coverage dan parameter memadai; atau
- kelayakan struktur.
Data perlu ditinjau bersama as-built drawing, geometri, reinforcement layout, kondisi permukaan, pola dari arah scan lain, dan metode verifikasi seperti rebar mapping, UPV, GPR, coring, atau opening sesuai risiko.
Data untuk Meminta Rekomendasi Model
Sebelum meminta penawaran, kirimkan data berikut sejauh tersedia:
- jenis struktur, material, umur, dan kondisi umum;
- ketebalan elemen dan akses permukaan;
- target seperti thickness, void, delamination, duct, rebar, atau investigasi umum;
- perkiraan kedalaman dan ukuran target;
- reinforcement density atau gambar as-built;
- roughness, coating, curvature, dan keterbatasan akses;
- luas coverage, grid spacing, dan orientasi scan;
- kebutuhan file mentah, visualisasi 2D/3D, interpretasi, atau laporan;
- kompetensi operator dan kebutuhan training; serta
- lokasi, jadwal, dan kebutuhan after-sales.
Dengan brief tersebut, Fortest dapat membandingkan MIRA Classic, MIRA 3D, dan MIRA 3D Pro berdasarkan pekerjaan aktual—bukan hanya jumlah channel atau angka kedalaman di brosur.
FAQ A1040 MIRA Classic vs MIRA 3D vs MIRA 3D Pro: Memilih Tomograph Beton yang Tepat
Pertanyaan umum yang membantu memilih dan menggunakan solusi sesuai kebutuhan.
Apa perbedaan utama A1040 MIRA Classic, MIRA 3D, dan MIRA 3D Pro? +
Apakah MIRA 3D Pro selalu lebih baik daripada MIRA 3D standar? +
Kapan A1040 MIRA Classic masih menjadi pilihan yang tepat? +
Apakah ketiga model dapat digunakan tanpa liquid couplant? +
Apakah angka kedalaman maksimum dapat dijadikan jaminan deteksi? +
Data apa yang diperlukan untuk meminta rekomendasi model A1040 MIRA? +
Butuh Rekomendasi Produk?
Konsultasikan kebutuhan aplikasi Anda dengan tim teknis kami.
Minta Rekomendasi Konfigurasi A1040 MIRA
