Deskripsi Produk
Struktur beton masif jarang memberi kondisi inspeksi yang ideal. Sisi belakang elemen mungkin tertutup tanah, berada di area berbahaya, atau sama sekali tidak dapat dijangkau. Pada saat yang sama, target dapat berada jauh di bawah permukaan, di balik beberapa lapis tulangan, atau di dalam material dengan attenuasi tinggi. Dalam kondisi seperti ini, keputusan pengadaan tidak cukup didasarkan pada label βtomografi 3Dβ atau angka kedalaman maksimum.
A1040 MIRA 3D Pro adalah low-frequency ultrasonic pulse-echo tomograph untuk investigasi dari satu permukaan, menggunakan dua array dengan total 64 Active Dry-Point-Contact transducers. Konfigurasi Pro memberikan effective aperture lebih besar daripada satu unit MIRA 3D standar, sehingga ditujukan untuk objek dan target yang memerlukan sensitivity, coverage, serta signal-to-noise ratio lebih tinggi.
Nilai Pro terletak pada kombinasi hardware, desain scan, dan kualitas keputusan lapangan. Real-time FMC/TFM membantu operator menilai coupling dan parameter sebelum meninggalkan lokasi, tetapi visualisasi yang tampak jelas tetap harus ditelusuri ke koordinat, kondisi objek, file asli, serta batas metode. Instrumen ini mendukung investigasi engineering; ia tidak otomatis menentukan identitas cacat atau kelayakan struktur.
Kapan Effective Aperture Lebih Besar Diperlukan
Gelombang ultrasonik pada beton kehilangan energi karena scattering, absorpsi, agregat, interface, dan tulangan. Semakin dalam target dan semakin heterogen materialnya, semakin besar tantangan untuk mempertahankan energi yang kembali ke array dengan signal-to-noise ratio yang layak.
MIRA 3D Pro menjadi relevan ketika scope melibatkan:
- dinding beton, pier, foundation block, atau retaining structure yang sangat tebal;
- dam wall, tunnel lining, massive bridge element, dan struktur dengan akses satu sisi;
- target di balik beberapa lapis reinforcement;
- semen atau material lain dengan tingkat attenuasi tinggi;
- pemetaan area yang membutuhkan aperture lebih besar dan data volume 3D; atau
- integrasi manual maupun automated inspection dengan konfigurasi array yang ditetapkan sejak awal.
Effective aperture yang lebih besar tidak berarti semua target akan terlihat lebih jelas. Orientasi reflektor, frequency, velocity, roughness, jumlah titik kontak, grid spacing, dan arah scan tetap menentukan hasil. Karena itu, buyer perlu membawa pertanyaan inspeksi dan data objek ke dalam pembahasan konfigurasi, bukan hanya meminta βversi paling tinggiβ.
Dual Array 64-Channel A-DPC
Konfigurasi Pro terdiri dari dua electronic array unit, masing-masing memiliki 32 A-DPC transducers. Gabungan 64 elemen dapat disusun sebagai aperture 4 x 16 atau 8 x 8, sehingga bentuk aperture dapat disesuaikan terhadap orientasi serta coverage inspeksi. Setiap channel memakai integrated pulser-receiver electronics dan bekerja secara paralel dalam proses akuisisi.
Active Dry-Point-Contact transducers menggunakan ceramic wear-proof tips dan tidak membutuhkan liquid couplant. Keuntungan praktisnya adalah grid dapat dipindai tanpa mengoleskan serta membersihkan gel pada setiap posisi. Namun dry contact bukan izin untuk mengabaikan permukaan. Tonjolan tajam, material lepas, coating tebal, permukaan sangat kasar, atau perubahan profil dapat mengurangi jumlah titik yang menyentuh objek dan meningkatkan noise.
Array ganda juga membawa konsekuensi operasional. Unit Pro lebih panjang dan lebih berat daripada MIRA 3D standar. Tim perlu menilai ruang kerja, posisi vertikal atau overhead, kemampuan operator menekan array secara stabil, clearance di sekitar target, serta cara mempertahankan orientasi pada setiap grid. Aperture besar hanya memberi nilai bila kontak dan koordinat tetap konsisten.
True3D FMC/TFM untuk Evaluasi Lapangan
Pada setiap posisi, MIRA 3D Pro mengumpulkan data dalam mode three-dimensional Full Matrix Capture. GPU melakukan rekonstruksi three-dimensional Total Focusing Method agar operator dapat meninjau hasil ketika inspeksi masih berlangsung.
Workflow tersebut membantu tim:
- memeriksa coupling dan noise sebelum coverage diperluas;
- menyesuaikan velocity, frequency, range, serta sensitivity terhadap objek;
- mengulang posisi yang menunjukkan kontak tidak stabil;
- menambahkan orientasi scan ketika pola reflektor belum konsisten;
- mengompilasi single scan menjadi area scan atau panorama; dan
- membawa file data, parameter, serta visualisasi yang dapat ditinjau kembali oleh engineer.
INTROVIEW Pro menyediakan B-, C-, dan D-scan, cutting plane, gated volume, ISO-surface, serta Maximum Intensity Projection. Banyaknya mode tampilan bukan tujuan tersendiri. Mode dipilih berdasarkan pertanyaan yang perlu dijawab, lokasi target, kebutuhan menghubungkan indikasi dengan permukaan, dan format deliverable yang akan digunakan.
Penetration Depth dan E-Boosting
Kedalaman inspeksi harus dibaca sebagai hasil interaksi antara objek, target, aperture, frequency, serta kualitas data. Konfigurasi Pro yang terdokumentasi memberi acuan penetration depth hingga sekitar 3 m pada kondisi beton yang sesuai. Untuk target lebih dalam atau material sangat attenuative, E-Boosting meningkatkan transmission energy dan signal-to-noise ratio melalui intelligent pulse control serta pemrosesan sinyal.
Target di atas 4 m hingga mendekati 6 m tidak boleh diperlakukan sebagai kemampuan universal. Kelayakannya dipengaruhi oleh:
- ukuran dan distribusi agregat;
- jumlah, diameter, spacing, serta orientasi tulangan;
- ukuran, bentuk, orientasi, dan reflectivity target;
- frequency dan effective aperture;
- roughness serta kestabilan dry contact;
- ketepatan material velocity;
- noise lingkungan dan pemasangan; serta
- kebutuhan membedakan target dari back wall atau reflector lain.
Untuk target yang mendekati batas sistem, quotation perlu menyatakan konfigurasi array, scope E-Boosting, software, target depth, dan kondisi referensi. Application trial, mock-up, atau area dengan ketebalan diketahui jauh lebih bernilai daripada mengandalkan satu angka maksimum. Lihat flyer E-Boosting A1040 MIRA 3D untuk konteks aplikasinya.
Workflow dari Data Objek hingga Laporan
Pengadaan sistem Pro sebaiknya mengikuti workflow inspeksi yang sudah dapat dijelaskan.
- Definisikan keputusan yang perlu didukung. Tetapkan apakah targetnya thickness, back wall, duct, rebar, indikasi void, grouting defect, delaminasi, atau investigasi umum.
- Kumpulkan data objek. Gunakan drawing, dimensi, perkiraan ketebalan, reinforcement layout, kondisi permukaan, coating, dan area yang tidak dapat diakses.
- Tentukan konfigurasi serta orientasi aperture. Pilih susunan array, frequency, range, grid spacing, arah scan, dan kebutuhan E-Boosting berdasarkan target.
- Lakukan functional check dan setup. Periksa reference block, baterai, koneksi, kontak transducer, velocity, sensitivity, serta penyimpanan file.
- Mulai dari area acuan. Pastikan back-wall response, noise floor, dan keterlacakan koordinat sebelum seluruh grid dipindai.
- Akuisisi serta review real-time. Ulangi posisi dengan coupling buruk dan tambahkan orientasi ketika reflektor memerlukan konfirmasi.
- Gabungkan dan analisis data. Gunakan tampilan 2D serta 3D untuk menilai pola, kontinuitas, kedalaman, dan hubungan antarposisi.
- Susun laporan dengan batas metode. Cantumkan grid, parameter, area yang tidak dapat dipindai, file asli, gambar hasil, interpretasi, asumsi, dan kebutuhan verifikasi.
Visualisasi tanpa koordinat dan parameter tidak dapat dipertanggungjawabkan terhadap struktur. Sebaliknya, data yang tercatat dengan baik memungkinkan engineer menelusuri alasan suatu area dipilih untuk scan tambahan, coring, opening, atau metode pembanding.
Aplikasi Prioritas MIRA 3D Pro
Struktur Beton Masif
Dam wall, massive bridge pier, foundation block, retaining wall, dan concrete containment membutuhkan evaluasi aperture serta penetrasi sejak tahap penawaran. Pada objek ini, nilai Pro berasal dari kemampuan menyusun aperture lebih besar dan mempertahankan workflow data volume, bukan dari janji bahwa semua reflektor pada kedalaman maksimum akan terlihat.
Tunnel Lining dan Dinding dengan Akses Satu Sisi
Pulse-echo memungkinkan array memancarkan dan menerima energi dari permukaan yang sama. Tim dapat memetakan back wall, perubahan ketebalan, atau pola reflektor pada grid tanpa harus menjangkau sisi belakang lining atau dinding.
Tendon Duct dan Indikasi Grouting
Rebar, duct, coupler, dan perubahan pengisian dapat memberikan respons ultrasonik. Scan dari beberapa orientasi dan korelasi terhadap as-built diperlukan agar pantulan dari tulangan tidak langsung disalahartikan sebagai grouting defect.
Refractory dan Material Heterogen
Low-frequency ultrasound dapat dipertimbangkan untuk refractory block, batu, keramik, komposit tebal, atau material lain yang terlalu scattering untuk conventional high-frequency flaw detector. Frequency, velocity, reference area, dan acceptance basis perlu ditentukan khusus untuk material tersebut.
MIRA Classic, MIRA 3D, atau MIRA 3D Pro
Ketiga model memakai pulse-echo dari akses satu sisi, tetapi tidak memiliki workflow dan konsekuensi pengadaan yang sama.
| Pertimbangan | MIRA Classic | MIRA 3D | A1040 MIRA 3D Pro |
|---|---|---|---|
| Posisi dalam lini | Autonomous pulse-echo tomograph | Compact True3D platform | High-aperture True3D configuration |
| Array | Fixed 48 dry-point-contact transducers | Satu array 32 A-DPC, dapat diperluas | Dua array 32 A-DPC, total 64-channel |
| Akuisisi dan imaging | Combinational sounding, SAFT-C, B-scan pada unit | 3D FMC/TFM real-time | 3D FMC/TFM real-time dengan aperture 4 x 16 atau 8 x 8 |
| Kontrol | Display dan keyboard terintegrasi | Tablet-PC atau laptop | Tablet-PC atau laptop |
| Mobilitas | Unit mandiri sekitar 4,5 kg | Lebih compact, maksimum sekitar 3,5 kg | Aperture lebih panjang, maksimum sekitar 5,6 kg |
| Battery operation | Sekitar 5 jam | Hingga 10 jam | Hingga 10 jam, bergantung konfigurasi |
| Buyer yang sesuai | Tim yang mengutamakan autonomous field unit | Tim yang memerlukan 3D imaging dengan mobilitas dan konfigurasi awal 32-channel | Tim yang memerlukan effective aperture lebih besar untuk objek tebal, attenuative, atau kompleks |
| Risiko salah pilih | Membutuhkan workflow display terintegrasi tetapi membeli platform yang lebih kompleks | Membeli aperture lebih besar tanpa kebutuhan aplikasi | Mengejar spesifikasi tertinggi walau bobot, biaya, dan produktivitas tidak memberi manfaat |
MIRA 3D Pro tidak otomatis menjadi pilihan terbaik hanya karena berada pada tier lebih tinggi. Jika target relatif dangkal, akses sempit, scan dilakukan overhead, dan mobilitas dominan, MIRA 3D standar dapat memberikan workflow yang lebih efisien. Jika unit mandiri dengan display terintegrasi lebih sesuai dengan kompetensi tim, MIRA Classic tetap relevan.
Kapan Metode Lain Lebih Tepat
Nama aplikasi yang sama tidak selalu berarti output instrumennya dapat saling menggantikan.
| Pertanyaan pemeriksaan | Metode yang lebih langsung | Output utama |
|---|---|---|
| Posisi rebar, cover, spacing, dan estimasi diameter sebelum drilling | HC-GY91 Multi-Channel Rebar Detector | Pemetaan tulangan dan cover dari permukaan |
| Time-of-flight, respons rambatan, atau pemeriksaan retak dengan jalur transducer | HC-U91 Concrete Ultrasonic Tester | Data UPV direct, semi-direct, atau indirect |
| Reflektor dan ketebalan dari satu sisi pada struktur masif | A1040 MIRA 3D Pro | B/C/D-scan serta volume pulse-echo 3D |
| Homogenitas beton fondasi dalam di antara access duct | SolGeo All-in-One MCHA | Travel time, amplitude, waveform, dan kedalaman lintasan |
| Verifikasi material atau identitas indikasi | Coring, opening, sampling, atau metode pembanding | Bukti lokal sesuai prosedur investigasi |
MIRA 3D Pro dapat menampilkan rebar sebagai reflektor, tetapi bukan pengganti cover meter untuk setiap pekerjaan rebar mapping. Sistem juga tidak menghasilkan parameter UPV dengan jalur pengukuran yang sama, dan tidak menggantikan cross-hole testing pada fondasi yang sudah memiliki access duct.
Apa yang Dapat dan Tidak Dapat Disimpulkan
Tomogram menunjukkan lokasi dan pola energi pantul terhadap parameter serta koordinat scan. Output tersebut dapat mendukung pemetaan area anomali, perbandingan antar-grid, penentuan orientasi tambahan, dan pemilihan titik verifikasi.
A1040 MIRA 3D Pro tidak secara otomatis menentukan:
- apakah reflektor pasti merupakan void, retak, duct, rebar, atau interface lain;
- penyebab perubahan internal material;
- ukuran aktual target tanpa coverage serta resolusi yang memadai;
- kuat tekan, kapasitas, atau sisa umur struktur;
- penerimaan pekerjaan terhadap suatu acceptance criterion; maupun
- pihak yang bertanggung jawab atas sebuah indikasi.
Interpretasi memerlukan personel yang memahami ultrasonic concrete testing, geometri, material, dan keterbatasan imaging. Untuk keputusan berisiko tinggi, data sebaiknya dibandingkan dengan drawing, riwayat struktur, scan dari orientasi berbeda, serta metode verifikasi yang proporsional.
Software, Delivery Kit, dan Total Cost of Ownership
INTROVIEW Pro digunakan untuk remote control, akuisisi, visualisasi, dan analisis data 2D maupun 3D. MIRA NEO dapat menjadi bagian dari workflow acquisition, post-processing, atau automated inspection, tetapi versi, jumlah aktivasi, format data, system requirement, serta masa update/support harus disebutkan pada quotation.
Bill of materials Pro perlu menuliskan dengan jelas:
- dua electronic array unit dengan masing-masing 32 A-DPC transducers;
- tablet-PC dan protective case;
- reference block untuk functional check;
- jumlah baterai 18650, USB-C data cable, dan Type-C power supply;
- INTROVIEW Pro serta masa update dan support;
- hard case, manual, warranty certificate, dan tools;
- E-Boosting serta software tambahan bila termasuk;
- scanner, encoder, laptop, atau workstation bila diperlukan; dan
- training, commissioning, demonstrasi, serta dukungan aplikasi.
Total cost of ownership mencakup lebih dari harga hardware. Buyer perlu menghitung software renewal, kompetensi operator, waktu penyusunan grid, pengolahan data, penyimpanan file, aksesori, reference object, dan dukungan untuk kasus yang kompleks.
Data untuk Meminta Penawaran A1040 MIRA 3D Pro
Siapkan informasi berikut agar konfigurasi dan harga dapat dinilai terhadap pekerjaan yang nyata:
- jenis struktur, elemen, material, dan perkiraan usia;
- dimensi, ketebalan, serta target depth;
- target seperti back wall, duct, rebar, void, delaminasi, grouting, atau investigasi umum;
- reinforcement density dan drawing yang tersedia;
- akses satu sisi, clearance, posisi vertikal atau overhead, serta kondisi permukaan;
- luas coverage, jumlah area, grid spacing, dan orientasi scan;
- kebutuhan E-Boosting, scanner, automation, atau konfigurasi aperture tertentu;
- kebutuhan file mentah, visualisasi, interpretasi, dan format laporan;
- kompetensi operator, training, commissioning, serta dukungan aplikasi; dan
- lokasi proyek serta target waktu pengadaan.
Harga A1040 MIRA 3D Pro
Harga A1040 MIRA 3D Pro dipengaruhi jumlah array dan channel, konfigurasi aperture, software, lisensi, E-Boosting, scanner, training, commissioning, pengiriman, garansi, serta dukungan aplikasi. Penawaran yang hanya menyebut nama model tanpa bill of materials tidak cukup untuk dibandingkan.
Hubungi Fortest dengan data struktur dan target inspeksi untuk menilai apakah effective aperture Pro memang diperlukan. Tim dapat membantu membandingkan MIRA 3D Pro dengan MIRA 3D standar dan MIRA Classic, menyusun konfigurasi yang dapat ditelusuri, serta memastikan klaim kedalaman tidak dilepaskan dari kondisi objek. Untuk melihat jalur metode lain, kunjungi Construction Testing & Structural NDT.
Aplikasi
- β Pengukuran ketebalan beton dan beton bertulang ketika sisi belakang tidak dapat diakses
- β Investigasi dinding, pier, foundation block, tunnel lining, dam wall, dan elemen beton masif
- β Pemetaan tulangan, tendon duct, pipa, serta elemen tertanam sebagai reflektor ultrasonik
- β Pencarian indikasi void, cavity, honeycomb, delaminasi, cold joint, atau retak dengan orientasi yang sesuai
- β Pemeriksaan indikasi grouting defect pada tendon duct dan grouting coupler
- β Investigasi target di bawah beberapa lapis tulangan setelah kelayakan aplikasi dinilai
- β Single scan, area scan, serta penggabungan grid menjadi visualisasi volume 3D
- β Pemeriksaan refractory, batu, keramik, komposit tebal, atau material heterogen berattenuasi tinggi
- β Akuisisi manual maupun integrasi pada automated inspection system
- β Dokumentasi data 2D dan 3D untuk mendukung evaluasi engineering dan penentuan verifikasi lokal





