Deskripsi Produk
Ketika sisi belakang slab, dinding, pier, tunnel lining, atau elemen beton masif tidak dapat dijangkau, pilihan metode inspeksi menjadi lebih sempit. Tim tetap perlu menjawab pertanyaan praktis: berapa ketebalan elemen, di mana posisi reflektor internal, apakah ada area yang menunjukkan respons berbeda, dan bagian mana yang perlu diperiksa lebih lanjut sebelum coring atau opening.
A1040 MIRA 3D adalah low-frequency ultrasonic pulse-echo tomograph untuk investigasi material dari satu permukaan. Array 32 Active Dry-Point-Contact transducers mengumpulkan data Full Matrix Capture, lalu sistem merekonstruksinya dengan Total Focusing Method menjadi visualisasi 3D secara real-time.
Bagi buyer, nilai sistem ini bukan sekadar tampilan tiga dimensi. Real-time imaging membantu operator menilai apakah kontak dan parameter sudah layak, memperbaiki arah scan sebelum meninggalkan lokasi, menggabungkan pengukuran pada grid yang lebih luas, serta membawa data yang dapat ditelusuri ke engineer. A1040 MIRA 3D tetap merupakan alat akuisisi dan visualisasi; identitas cacat serta konsekuensinya tidak ditentukan otomatis oleh warna pada tomogram.
Tomografi Beton 3D dari Akses Satu Sisi
Metode transmisi membutuhkan transmitter dan receiver pada sisi yang berbeda. Konfigurasi tersebut dapat bekerja baik ketika kedua permukaan tersedia, tetapi sulit diterapkan pada dinding penahan tanah, tunnel lining, slab di atas area tertutup, pier, atau elemen yang sisi belakangnya tidak aman dijangkau.
MIRA 3D memakai pendekatan pulse-echo. Array mengirim gelombang ke dalam material dan menangkap energi yang dipantulkan kembali dari interface atau perubahan impedansi akustik. Pantulan dapat berkaitan dengan back wall, rebar, tendon duct, pipa, void, delaminasi, cold joint, retak dengan orientasi yang sesuai, atau perubahan internal lain.
Dengan akses satu sisi, tim dapat:
- mengukur ketebalan ketika sisi belakang tidak dapat diukur secara langsung;
- memetakan posisi dan kontinuitas reflektor pada area grid;
- mempersempit area dugaan void, honeycomb, atau delaminasi;
- menilai area sekitar tendon duct atau grouting coupler;
- membandingkan respons antar-area sebelum menentukan titik verifikasi; dan
- mendokumentasikan data untuk evaluasi engineering atau pemeriksaan lanjutan.
Satu reflektor tidak sebaiknya langsung diberi label sebagai jenis cacat tertentu. Posisi, amplitudo, pola, kontinuitas, orientasi scan, geometri struktur, informasi as-built, serta metode pembanding tetap diperlukan sebelum interpretasi teknis dibuat.
True3D FMC/TFM dan 32 A-DPC Transducers
Satu unit MIRA 3D menggunakan konfigurasi 4 x 8 A-DPC transducers dengan 32 parallel DAQ channels. Setiap Active Dry-Point-Contact transducer memiliki integrated pulser-receiver electronics dan ceramic wear-proof tip. Array dapat dioperasikan tanpa liquid couplant, sehingga pemindaian berulang pada grid tidak membutuhkan aplikasi dan pembersihan gel di setiap posisi.
Dry contact membantu produktivitas, tetapi tidak berarti semua permukaan dapat langsung dipindai. Beton sangat kasar, coating tebal, tonjolan tajam, material lepas, atau perubahan profil dapat mengurangi jumlah titik kontak dan meningkatkan noise. Pemeriksaan awal serta persiapan lokal tetap penting untuk menjaga coupling mekanis yang konsisten.
Pada setiap posisi, sistem mengakuisisi data dalam mode three-dimensional Full Matrix Capture. GPU kemudian melakukan rekonstruksi 3D Total Focusing Method untuk menghasilkan visualisasi real-time. Frame repetition rate resminya mencapai 25 Hz pada 2D imaging dan 2 Hz pada 3D imaging.
Kombinasi ini memberi manfaat langsung di lapangan:
- operator dapat menilai kualitas data tanpa menunggu seluruh area selesai;
- posisi atau orientasi tambahan dapat dipilih ketika indikasi belum cukup jelas;
- data lokal dapat dikompilasi menjadi area scan atau panorama; dan
- peninjauan dapat dilakukan bersama tim melalui tablet atau laptop.
Array standar dapat diperluas menggunakan unit tambahan. Aperture yang lebih besar dapat membantu aplikasi tertentu, tetapi konfigurasi 64, 96, atau jumlah channel lain harus diperlakukan sebagai bagian dari desain sistem dan quotation, bukan sebagai kemampuan yang otomatis tersedia pada satu unit 32-channel.
Menyesuaikan Frequency, Velocity, dan Coverage
MIRA 3D memiliki frequency bandwidth 10-100 kHz serta material sound velocity range 1.000-4.000 m/s. Parameter tersebut bukan angka yang dipilih secara terpisah dari kondisi objek.
Frequency yang lebih rendah umumnya membantu penetrasi pada material sangat scattering atau attenuative, sedangkan kebutuhan resolusi dapat mendorong penggunaan frequency lain dalam rentang yang tersedia. Velocity menentukan skala kedalaman pada visualisasi. Setting yang tidak sesuai dapat menggeser posisi back wall dan reflektor, sehingga operator perlu menggunakan ketebalan yang diketahui, reference area, drawing, atau data pembanding untuk memeriksa kalibrasi.
Maximum square coverage resmi adalah 10 x 10 mΒ² dalam workflow pemetaan yang sesuai. Angka tersebut menggambarkan kemampuan kompilasi area, bukan luas yang dapat diselesaikan tanpa perencanaan. Waktu lapangan tetap ditentukan oleh grid spacing, jumlah posisi, orientasi scan, roughness, kebutuhan repeat scan, area yang terhalang, dan tingkat dokumentasi.
Workflow dari Kalibrasi hingga Laporan
Workflow yang kuat dimulai sebelum alat diletakkan pada beton.
- Definisikan pertanyaan inspeksi. Tetapkan apakah targetnya thickness, back wall, rebar, duct, indikasi void, delaminasi, open crack, atau pemetaan umum.
- Tinjau objek dan akses. Catat dimensi, perkiraan ketebalan, reinforcement density, kondisi permukaan, coating, area terhalang, serta data as-built.
- Lakukan setup dan kalibrasi. Periksa reference block, kontak transducer, velocity, frequency, range, sensitivity, dan parameter visualisasi pada area acuan.
- Mulai dari single scan. Pastikan kualitas coupling, noise level, back-wall response, serta kemungkinan reflektor sebelum memperluas coverage.
- Susun grid atau MAP scan. Tandai titik nol, koordinat, arah, step size, dan orientasi agar setiap file dapat dikembalikan ke lokasi fisik.
- Tinjau data secara real-time. Ulangi posisi dengan kontak buruk dan tambahkan orientasi scan ketika pola reflektor memerlukan konfirmasi.
- Gabungkan dan analisis data. Gunakan B-, C-, D-scan, cutting plane, gated volume, ISO-surface, atau MIP sesuai kebutuhan evaluasi.
- Dokumentasikan interpretasi dan batasnya. Simpan file asli, parameter, gambar hasil, area yang tidak dapat dipindai, asumsi, serta rekomendasi verifikasi.
Visualisasi menjadi jauh lebih bernilai ketika koordinat, parameter, kondisi permukaan, dan keputusan operator dicatat secara konsisten. Kumpulan screenshot tanpa posisi dan file mentah akan sulit dipertanggungjawabkan terhadap lokasi aktual pada struktur.
Penetration Depth, Resolusi, dan E-Boosting
Spesifikasi dasar A1040 MIRA 3D menyatakan penetration depth hingga 3.000 mm pada beton bertulang, bergantung pada sifat beton. Angka ini perlu dibaca sebagai batas kondisi yang memungkinkan, bukan kedalaman kerja yang dijamin pada semua struktur.
Kedalaman efektif dan kemampuan memisahkan target dipengaruhi oleh:
- ukuran serta distribusi agregat;
- attenuasi dan scattering gelombang;
- jumlah, lapisan, dan orientasi tulangan;
- ukuran, bentuk, orientasi, serta reflectivity target;
- frequency dan effective aperture;
- roughness serta kestabilan kontak;
- ketepatan velocity dan parameter rekonstruksi; dan
- noise dari lingkungan maupun pemasangan.
Acuan kondisi rata-rata mencakup reflektor silindris seperti rebar dengan diameter sekitar 15 mm dan air bubble sekitar 20 mm. Angka tersebut berguna untuk merencanakan trial, tetapi tidak dapat dipindahkan menjadi detection guarantee. Target pada kedalaman berbeda, di balik rebar padat, atau dengan orientasi yang kurang menguntungkan dapat memberikan respons yang sangat berbeda.
Untuk elemen sangat tebal atau material dengan attenuasi tinggi, ACS menyediakan teknologi E-Boosting. Intelligent pulse control dan pemrosesan sinyal digunakan untuk meningkatkan transmission energy serta signal-to-noise ratio, dengan potensi inspeksi hingga 4-6 m pada kondisi tertentu.
Klaim E-Boosting harus dipisahkan dari spesifikasi dasar 3 m. Scope aktivasi, versi hardware/software, kondisi material, kebutuhan aperture, dan hasil trial perlu dikonfirmasi sebelum depth target dijadikan dasar penawaran. Lihat flyer E-Boosting A1040 MIRA 3D untuk konteks teknologi dari pabrikan.
MIRA 3D, MIRA 3D Pro, atau MIRA Classic
Ketiga model berada dalam keluarga pulse-echo tomography, tetapi workflow, effective aperture, mobilitas, dan konsekuensi pengadaannya berbeda.
| Pertimbangan | A1040 MIRA 3D | A1040 MIRA 3D Pro | A1040 MIRA Classic |
|---|---|---|---|
| Array standar | Satu array 32 A-DPC, dapat diperluas | Dua array 32 A-DPC, total 64-channel | Fixed matrix array 48 dry-point-contact transducers |
| Akuisisi dan rekonstruksi | Three-dimensional FMC dan GPU-based 3D TFM | Three-dimensional FMC/TFM dengan effective aperture lebih besar | Combinational sounding dan SAFT-C |
| Visualisasi lapangan | Real-time 3D melalui tablet atau laptop | Real-time 3D melalui tablet atau laptop | Display terintegrasi untuk A-scan/B-scan dan pengolahan lanjutan |
| Workflow | Compact remote-control platform, area scan, dan aperture scalable | High-aperture workflow untuk objek tebal, attenuative, atau kompleks | Fully autonomous handheld unit untuk sounding serta grid scan |
| Battery operation | Hingga 10 jam | Hingga 10 jam, bergantung konfigurasi | Sekitar 5 jam |
| Maximum weight | 3,5 kg termasuk tablet terpasang | Sekitar 5,6 kg pada konfigurasi Pro | 4,5 kg termasuk handles dan built-in battery |
| Pertimbangan buyer | True3D dengan mobilitas dan konfigurasi awal 32-channel | Effective aperture lebih besar ketika kebutuhan aplikasinya dapat dibuktikan | Unit mandiri dengan display terintegrasi dan workflow pulse-echo yang lebih langsung |
MIRA 3D tidak otomatis menjadi pilihan terbaik untuk setiap pekerjaan hanya karena generasinya lebih baru. Buyer perlu membandingkan luas coverage, format output, kapasitas operator, kebutuhan software, waktu analisis, konfigurasi array, dan total anggaran.
MIRA 3D Pro layak dipilih bila target, attenuasi, reinforcement density, dan kebutuhan coverage memang memerlukan dual-array 64-channel. Membeli Pro hanya karena berada pada tier lebih tinggi dapat menambah bobot, biaya, serta kompleksitas tanpa meningkatkan kualitas keputusan. Model lengkap, jumlah array, channel, software, dan scope E-Boosting harus tercantum pada quotation.
MIRA 3D, UPV, Rebar Detector, atau Cross-Hole?
Label βalat NDT betonβ mencakup beberapa metode yang menjawab pertanyaan berbeda.
| Kebutuhan | Metode atau produk yang lebih relevan | Output utama |
|---|---|---|
| Pemetaan reflektor atau ketebalan dari satu permukaan | A1040 MIRA 3D pulse-echo tomography | B/C/D-scan, cutting plane, dan visualisasi volume 3D |
| Time-of-flight, respons rambatan, fungsi UPV, atau pemeriksaan retak sesuai konfigurasi | HC-U91 Concrete Ultrasonic Tester | Travel time, amplitude, waveform, dan fungsi pengujian terkait |
| Posisi rebar, cover, spacing, dan estimasi diameter sebelum drilling | HC-GY91 Multi-Channel Rebar Detector | Pemetaan elektromagnetik tulangan dari permukaan |
| Homogenitas beton fondasi dalam di antara access duct | SolGeo All-in-One MCHA | Cross-hole sonic logging terhadap kedalaman |
MIRA 3D dapat menampilkan tulangan sebagai reflektor, tetapi bukan pengganti langsung cover meter untuk seluruh kebutuhan rebar mapping. UPV dapat memberikan data rambatan yang relevan terhadap kondisi material, tetapi tidak membentuk tomogram FMC/TFM seperti MIRA 3D. Pada investigasi kompleks, beberapa metode sering lebih kuat bila dipakai secara bertahap dan dibandingkan dengan data as-built atau verifikasi lokal.
Apa yang Dapat dan Tidak Dapat Disimpulkan
Tomogram membantu operator dan engineer melihat posisi, kedalaman relatif, amplitudo, serta kontinuitas reflektor terhadap permukaan. Output ini berguna untuk screening, perbandingan antar-grid, pemilihan orientation scan tambahan, dan penentuan lokasi verifikasi.
A1040 MIRA 3D tidak secara otomatis menentukan:
- apakah satu reflektor pasti merupakan void, crack, rebar, duct, atau interface;
- penyebab anomali pengecoran atau grouting;
- dimensi tiga arah yang presisi tanpa coverage dan parameter memadai;
- kuat tekan, kapasitas, sisa umur, atau kelayakan struktur;
- tindakan perbaikan yang diperlukan; maupun
- penerimaan pekerjaan tanpa prosedur serta acceptance criteria.
Interpretasi harus dilakukan oleh personel yang memahami concrete ultrasonic testing, geometri struktur, material, dan keterbatasan pulse-echo. Untuk keputusan berisiko tinggi, hasil sebaiknya dibaca bersama drawing, catatan konstruksi, scan silang, serta metode pembanding seperti rebar mapping, UPV, GPR, impact echo, coring, atau opening.
INTROVIEW Pro, MIRA NEO, dan Output Data
Delivery set resmi mencantumkan INTROVIEW Pro dengan 12 bulan Update & Support. Software mendukung Single Scan, Area Scan, Panorama B-scan dan D-scan, serta mode visualisasi dua dan tiga dimensi seperti:
- B-, C-, dan D-projection;
- cutting plane dan gated volume;
- 3D volume view;
- ISO-surface; dan
- Maximum Intensity Projection.
ACS juga menyediakan MIRA NEO untuk acquisition dan post-processing data MIRA 3D, termasuk workflow automated inspection system. Karena halaman vendor memisahkan beberapa paket serta kebijakan lisensi, quotation perlu menyatakan software yang disertakan, jumlah aktivasi, versi, masa update/support, system requirements, format ekspor, dan biaya lanjutan.
Buyer perlu memastikan apakah kebutuhan akhirnya hanya review lapangan, post-processing di workstation, penggabungan banyak scan, raw-data archive, pengembangan berbasis open format, atau integrasi otomatis. Kebutuhan ini memengaruhi konfigurasi komputer, lisensi, training, dan waktu analisis setelah pekerjaan lapangan.
Delivery Kit, Aksesori, dan Total Cost of Ownership
Daftar delivery kit resmi A1040 MIRA 3D mencakup:
- satu electronic unit dengan 32 A-DPC transducers;
- satu tablet-PC dengan protective case;
- satu reference block untuk functional test;
- enam exchangeable Li-Ion battery 18650;
- dua USB Type-C data cable;
- dua Type-C power supply;
- INTROVIEW Pro dengan 12 bulan Update & Support;
- satu hard case;
- operating manual dan warranty certificate 24 bulan; serta
- dua screwdriver untuk penggantian baterai.
Isi quotation tetap perlu diperiksa karena kebutuhan proyek dapat menambahkan E-Boosting, unit array kedua, MH100 floor scanning tool, lisensi MIRA NEO, laptop atau workstation, reference accessories, training, commissioning, demonstrasi, serta dukungan aplikasi.
Total cost of ownership bukan hanya harga unit. Tim juga perlu menghitung pengembangan kompetensi operator, waktu membuat grid, pengelolaan data, software support, perawatan baterai, functional check, mobilisasi, dan verifikasi hasil. Penawaran dengan nama model sama belum tentu setara bila scope software, training, aksesori, dan after-sales berbeda.
Data untuk Meminta Penawaran A1040 MIRA 3D
Fortest dapat menilai kecocokan metode dan menyusun konfigurasi lebih tepat bila buyer menyertakan:
- jenis struktur, elemen, material, usia, dan drawing yang tersedia;
- dimensi, perkiraan ketebalan, dan target depth;
- target pemeriksaan serta keputusan yang perlu didukung;
- akses satu sisi, kondisi sisi belakang, dan area yang terhalang;
- roughness, coating, kelembapan, atau preparation yang memungkinkan;
- reinforcement density, tendon duct, pipa, atau objek tertanam yang diketahui;
- luas coverage, grid spacing, jumlah area, dan orientasi scan;
- kebutuhan file mentah, gambar 2D/3D, interpretasi, dan laporan;
- software, lisensi, training, demonstrasi, serta aksesori; dan
- lokasi, jumlah operator, jadwal pekerjaan, dan target pengadaan.
Harga A1040 MIRA 3D
Harga A1040 MIRA 3D dipengaruhi konfigurasi array, software dan lisensi, E-Boosting, aksesori scanning, training, dukungan aplikasi, pengiriman, garansi, serta layanan purna jual. Membandingkan harga hanya dari nama model berisiko menghasilkan scope yang tidak setara.
Sebelum meminta quotation, tentukan material, ketebalan, target reflektor, reinforcement density, kondisi permukaan, luas grid, output data, dan kompetensi operator yang dibutuhkan. Hubungi Fortest untuk mendiskusikan kelayakan A1040 MIRA 3D pada objek Anda, memilih konfigurasi yang sesuai, dan menyiapkan penawaran berdasarkan kebutuhan inspeksi yang nyata. Untuk melihat jalur metode lain, kunjungi Construction Testing & Structural NDT.
Aplikasi
- β Pengukuran ketebalan beton dan beton bertulang ketika hanya satu permukaan dapat diakses
- β Pemetaan tulangan, tendon duct, pipa, dan elemen tertanam sebagai reflektor ultrasonik
- β Pencarian indikasi void, cavity, honeycomb, delaminasi, cold joint, atau retak dengan orientasi yang sesuai
- β Pemeriksaan indikasi grouting defect pada tendon duct dan grouting coupler
- β Pengukuran kedalaman open crack dari akses satu sisi pada kondisi aplikasi yang sesuai
- β Single scan, area scan, serta penggabungan data grid menjadi visualisasi volume 3D
- β Investigasi slab, dinding, kolom, bridge pier, tunnel lining, retaining wall, dam wall, dan elemen beton masif
- β Pemeriksaan refractory, batu, marmer, keramik, atau material heterogen lain setelah kelayakan ultrasoniknya dinilai
- β Akuisisi manual maupun integrasi pada automated inspection system
- β Dokumentasi data 2D dan 3D untuk mendukung evaluasi engineering dan penentuan pemeriksaan lanjutan





