ACS Group / A1040 MIRA 3D

A1040 MIRA 3D Ultrasonic Concrete Tomograph

A1040 MIRA 3D membantu tim NDT dan engineering memetakan ketebalan, tulangan, tendon duct, serta indikasi void atau delaminasi pada beton dari satu permukaan. Array 32 A-DPC transducers merekam data pulse-echo dalam mode FMC/TFM untuk visualisasi 3D real-time, dengan workflow tablet atau laptop dan aperture yang dapat diperluas sesuai kebutuhan inspeksi.

Available Ultrasonic Pulse-Echo Tomography

Deskripsi Produk

Ketika sisi belakang slab, dinding, pier, tunnel lining, atau elemen beton masif tidak dapat dijangkau, pilihan metode inspeksi menjadi lebih sempit. Tim tetap perlu menjawab pertanyaan praktis: berapa ketebalan elemen, di mana posisi reflektor internal, apakah ada area yang menunjukkan respons berbeda, dan bagian mana yang perlu diperiksa lebih lanjut sebelum coring atau opening.

A1040 MIRA 3D adalah low-frequency ultrasonic pulse-echo tomograph untuk investigasi material dari satu permukaan. Array 32 Active Dry-Point-Contact transducers mengumpulkan data Full Matrix Capture, lalu sistem merekonstruksinya dengan Total Focusing Method menjadi visualisasi 3D secara real-time.

Bagi buyer, nilai sistem ini bukan sekadar tampilan tiga dimensi. Real-time imaging membantu operator menilai apakah kontak dan parameter sudah layak, memperbaiki arah scan sebelum meninggalkan lokasi, menggabungkan pengukuran pada grid yang lebih luas, serta membawa data yang dapat ditelusuri ke engineer. A1040 MIRA 3D tetap merupakan alat akuisisi dan visualisasi; identitas cacat serta konsekuensinya tidak ditentukan otomatis oleh warna pada tomogram.

Tomografi Beton 3D dari Akses Satu Sisi

Metode transmisi membutuhkan transmitter dan receiver pada sisi yang berbeda. Konfigurasi tersebut dapat bekerja baik ketika kedua permukaan tersedia, tetapi sulit diterapkan pada dinding penahan tanah, tunnel lining, slab di atas area tertutup, pier, atau elemen yang sisi belakangnya tidak aman dijangkau.

MIRA 3D memakai pendekatan pulse-echo. Array mengirim gelombang ke dalam material dan menangkap energi yang dipantulkan kembali dari interface atau perubahan impedansi akustik. Pantulan dapat berkaitan dengan back wall, rebar, tendon duct, pipa, void, delaminasi, cold joint, retak dengan orientasi yang sesuai, atau perubahan internal lain.

Dengan akses satu sisi, tim dapat:

  • mengukur ketebalan ketika sisi belakang tidak dapat diukur secara langsung;
  • memetakan posisi dan kontinuitas reflektor pada area grid;
  • mempersempit area dugaan void, honeycomb, atau delaminasi;
  • menilai area sekitar tendon duct atau grouting coupler;
  • membandingkan respons antar-area sebelum menentukan titik verifikasi; dan
  • mendokumentasikan data untuk evaluasi engineering atau pemeriksaan lanjutan.

Satu reflektor tidak sebaiknya langsung diberi label sebagai jenis cacat tertentu. Posisi, amplitudo, pola, kontinuitas, orientasi scan, geometri struktur, informasi as-built, serta metode pembanding tetap diperlukan sebelum interpretasi teknis dibuat.

True3D FMC/TFM dan 32 A-DPC Transducers

Satu unit MIRA 3D menggunakan konfigurasi 4 x 8 A-DPC transducers dengan 32 parallel DAQ channels. Setiap Active Dry-Point-Contact transducer memiliki integrated pulser-receiver electronics dan ceramic wear-proof tip. Array dapat dioperasikan tanpa liquid couplant, sehingga pemindaian berulang pada grid tidak membutuhkan aplikasi dan pembersihan gel di setiap posisi.

Dry contact membantu produktivitas, tetapi tidak berarti semua permukaan dapat langsung dipindai. Beton sangat kasar, coating tebal, tonjolan tajam, material lepas, atau perubahan profil dapat mengurangi jumlah titik kontak dan meningkatkan noise. Pemeriksaan awal serta persiapan lokal tetap penting untuk menjaga coupling mekanis yang konsisten.

Pada setiap posisi, sistem mengakuisisi data dalam mode three-dimensional Full Matrix Capture. GPU kemudian melakukan rekonstruksi 3D Total Focusing Method untuk menghasilkan visualisasi real-time. Frame repetition rate resminya mencapai 25 Hz pada 2D imaging dan 2 Hz pada 3D imaging.

Kombinasi ini memberi manfaat langsung di lapangan:

  • operator dapat menilai kualitas data tanpa menunggu seluruh area selesai;
  • posisi atau orientasi tambahan dapat dipilih ketika indikasi belum cukup jelas;
  • data lokal dapat dikompilasi menjadi area scan atau panorama; dan
  • peninjauan dapat dilakukan bersama tim melalui tablet atau laptop.

Array standar dapat diperluas menggunakan unit tambahan. Aperture yang lebih besar dapat membantu aplikasi tertentu, tetapi konfigurasi 64, 96, atau jumlah channel lain harus diperlakukan sebagai bagian dari desain sistem dan quotation, bukan sebagai kemampuan yang otomatis tersedia pada satu unit 32-channel.

Menyesuaikan Frequency, Velocity, dan Coverage

MIRA 3D memiliki frequency bandwidth 10-100 kHz serta material sound velocity range 1.000-4.000 m/s. Parameter tersebut bukan angka yang dipilih secara terpisah dari kondisi objek.

Frequency yang lebih rendah umumnya membantu penetrasi pada material sangat scattering atau attenuative, sedangkan kebutuhan resolusi dapat mendorong penggunaan frequency lain dalam rentang yang tersedia. Velocity menentukan skala kedalaman pada visualisasi. Setting yang tidak sesuai dapat menggeser posisi back wall dan reflektor, sehingga operator perlu menggunakan ketebalan yang diketahui, reference area, drawing, atau data pembanding untuk memeriksa kalibrasi.

Maximum square coverage resmi adalah 10 x 10 mΒ² dalam workflow pemetaan yang sesuai. Angka tersebut menggambarkan kemampuan kompilasi area, bukan luas yang dapat diselesaikan tanpa perencanaan. Waktu lapangan tetap ditentukan oleh grid spacing, jumlah posisi, orientasi scan, roughness, kebutuhan repeat scan, area yang terhalang, dan tingkat dokumentasi.

Workflow dari Kalibrasi hingga Laporan

Workflow yang kuat dimulai sebelum alat diletakkan pada beton.

  1. Definisikan pertanyaan inspeksi. Tetapkan apakah targetnya thickness, back wall, rebar, duct, indikasi void, delaminasi, open crack, atau pemetaan umum.
  2. Tinjau objek dan akses. Catat dimensi, perkiraan ketebalan, reinforcement density, kondisi permukaan, coating, area terhalang, serta data as-built.
  3. Lakukan setup dan kalibrasi. Periksa reference block, kontak transducer, velocity, frequency, range, sensitivity, dan parameter visualisasi pada area acuan.
  4. Mulai dari single scan. Pastikan kualitas coupling, noise level, back-wall response, serta kemungkinan reflektor sebelum memperluas coverage.
  5. Susun grid atau MAP scan. Tandai titik nol, koordinat, arah, step size, dan orientasi agar setiap file dapat dikembalikan ke lokasi fisik.
  6. Tinjau data secara real-time. Ulangi posisi dengan kontak buruk dan tambahkan orientasi scan ketika pola reflektor memerlukan konfirmasi.
  7. Gabungkan dan analisis data. Gunakan B-, C-, D-scan, cutting plane, gated volume, ISO-surface, atau MIP sesuai kebutuhan evaluasi.
  8. Dokumentasikan interpretasi dan batasnya. Simpan file asli, parameter, gambar hasil, area yang tidak dapat dipindai, asumsi, serta rekomendasi verifikasi.

Visualisasi menjadi jauh lebih bernilai ketika koordinat, parameter, kondisi permukaan, dan keputusan operator dicatat secara konsisten. Kumpulan screenshot tanpa posisi dan file mentah akan sulit dipertanggungjawabkan terhadap lokasi aktual pada struktur.

Penetration Depth, Resolusi, dan E-Boosting

Spesifikasi dasar A1040 MIRA 3D menyatakan penetration depth hingga 3.000 mm pada beton bertulang, bergantung pada sifat beton. Angka ini perlu dibaca sebagai batas kondisi yang memungkinkan, bukan kedalaman kerja yang dijamin pada semua struktur.

Kedalaman efektif dan kemampuan memisahkan target dipengaruhi oleh:

  • ukuran serta distribusi agregat;
  • attenuasi dan scattering gelombang;
  • jumlah, lapisan, dan orientasi tulangan;
  • ukuran, bentuk, orientasi, serta reflectivity target;
  • frequency dan effective aperture;
  • roughness serta kestabilan kontak;
  • ketepatan velocity dan parameter rekonstruksi; dan
  • noise dari lingkungan maupun pemasangan.

Acuan kondisi rata-rata mencakup reflektor silindris seperti rebar dengan diameter sekitar 15 mm dan air bubble sekitar 20 mm. Angka tersebut berguna untuk merencanakan trial, tetapi tidak dapat dipindahkan menjadi detection guarantee. Target pada kedalaman berbeda, di balik rebar padat, atau dengan orientasi yang kurang menguntungkan dapat memberikan respons yang sangat berbeda.

Untuk elemen sangat tebal atau material dengan attenuasi tinggi, ACS menyediakan teknologi E-Boosting. Intelligent pulse control dan pemrosesan sinyal digunakan untuk meningkatkan transmission energy serta signal-to-noise ratio, dengan potensi inspeksi hingga 4-6 m pada kondisi tertentu.

Klaim E-Boosting harus dipisahkan dari spesifikasi dasar 3 m. Scope aktivasi, versi hardware/software, kondisi material, kebutuhan aperture, dan hasil trial perlu dikonfirmasi sebelum depth target dijadikan dasar penawaran. Lihat flyer E-Boosting A1040 MIRA 3D untuk konteks teknologi dari pabrikan.

MIRA 3D, MIRA 3D Pro, atau MIRA Classic

Ketiga model berada dalam keluarga pulse-echo tomography, tetapi workflow, effective aperture, mobilitas, dan konsekuensi pengadaannya berbeda.

PertimbanganA1040 MIRA 3DA1040 MIRA 3D ProA1040 MIRA Classic
Array standarSatu array 32 A-DPC, dapat diperluasDua array 32 A-DPC, total 64-channelFixed matrix array 48 dry-point-contact transducers
Akuisisi dan rekonstruksiThree-dimensional FMC dan GPU-based 3D TFMThree-dimensional FMC/TFM dengan effective aperture lebih besarCombinational sounding dan SAFT-C
Visualisasi lapanganReal-time 3D melalui tablet atau laptopReal-time 3D melalui tablet atau laptopDisplay terintegrasi untuk A-scan/B-scan dan pengolahan lanjutan
WorkflowCompact remote-control platform, area scan, dan aperture scalableHigh-aperture workflow untuk objek tebal, attenuative, atau kompleksFully autonomous handheld unit untuk sounding serta grid scan
Battery operationHingga 10 jamHingga 10 jam, bergantung konfigurasiSekitar 5 jam
Maximum weight3,5 kg termasuk tablet terpasangSekitar 5,6 kg pada konfigurasi Pro4,5 kg termasuk handles dan built-in battery
Pertimbangan buyerTrue3D dengan mobilitas dan konfigurasi awal 32-channelEffective aperture lebih besar ketika kebutuhan aplikasinya dapat dibuktikanUnit mandiri dengan display terintegrasi dan workflow pulse-echo yang lebih langsung

MIRA 3D tidak otomatis menjadi pilihan terbaik untuk setiap pekerjaan hanya karena generasinya lebih baru. Buyer perlu membandingkan luas coverage, format output, kapasitas operator, kebutuhan software, waktu analisis, konfigurasi array, dan total anggaran.

MIRA 3D Pro layak dipilih bila target, attenuasi, reinforcement density, dan kebutuhan coverage memang memerlukan dual-array 64-channel. Membeli Pro hanya karena berada pada tier lebih tinggi dapat menambah bobot, biaya, serta kompleksitas tanpa meningkatkan kualitas keputusan. Model lengkap, jumlah array, channel, software, dan scope E-Boosting harus tercantum pada quotation.

MIRA 3D, UPV, Rebar Detector, atau Cross-Hole?

Label β€œalat NDT beton” mencakup beberapa metode yang menjawab pertanyaan berbeda.

KebutuhanMetode atau produk yang lebih relevanOutput utama
Pemetaan reflektor atau ketebalan dari satu permukaanA1040 MIRA 3D pulse-echo tomographyB/C/D-scan, cutting plane, dan visualisasi volume 3D
Time-of-flight, respons rambatan, fungsi UPV, atau pemeriksaan retak sesuai konfigurasiHC-U91 Concrete Ultrasonic TesterTravel time, amplitude, waveform, dan fungsi pengujian terkait
Posisi rebar, cover, spacing, dan estimasi diameter sebelum drillingHC-GY91 Multi-Channel Rebar DetectorPemetaan elektromagnetik tulangan dari permukaan
Homogenitas beton fondasi dalam di antara access ductSolGeo All-in-One MCHACross-hole sonic logging terhadap kedalaman

MIRA 3D dapat menampilkan tulangan sebagai reflektor, tetapi bukan pengganti langsung cover meter untuk seluruh kebutuhan rebar mapping. UPV dapat memberikan data rambatan yang relevan terhadap kondisi material, tetapi tidak membentuk tomogram FMC/TFM seperti MIRA 3D. Pada investigasi kompleks, beberapa metode sering lebih kuat bila dipakai secara bertahap dan dibandingkan dengan data as-built atau verifikasi lokal.

Apa yang Dapat dan Tidak Dapat Disimpulkan

Tomogram membantu operator dan engineer melihat posisi, kedalaman relatif, amplitudo, serta kontinuitas reflektor terhadap permukaan. Output ini berguna untuk screening, perbandingan antar-grid, pemilihan orientation scan tambahan, dan penentuan lokasi verifikasi.

A1040 MIRA 3D tidak secara otomatis menentukan:

  • apakah satu reflektor pasti merupakan void, crack, rebar, duct, atau interface;
  • penyebab anomali pengecoran atau grouting;
  • dimensi tiga arah yang presisi tanpa coverage dan parameter memadai;
  • kuat tekan, kapasitas, sisa umur, atau kelayakan struktur;
  • tindakan perbaikan yang diperlukan; maupun
  • penerimaan pekerjaan tanpa prosedur serta acceptance criteria.

Interpretasi harus dilakukan oleh personel yang memahami concrete ultrasonic testing, geometri struktur, material, dan keterbatasan pulse-echo. Untuk keputusan berisiko tinggi, hasil sebaiknya dibaca bersama drawing, catatan konstruksi, scan silang, serta metode pembanding seperti rebar mapping, UPV, GPR, impact echo, coring, atau opening.

INTROVIEW Pro, MIRA NEO, dan Output Data

Delivery set resmi mencantumkan INTROVIEW Pro dengan 12 bulan Update & Support. Software mendukung Single Scan, Area Scan, Panorama B-scan dan D-scan, serta mode visualisasi dua dan tiga dimensi seperti:

  • B-, C-, dan D-projection;
  • cutting plane dan gated volume;
  • 3D volume view;
  • ISO-surface; dan
  • Maximum Intensity Projection.

ACS juga menyediakan MIRA NEO untuk acquisition dan post-processing data MIRA 3D, termasuk workflow automated inspection system. Karena halaman vendor memisahkan beberapa paket serta kebijakan lisensi, quotation perlu menyatakan software yang disertakan, jumlah aktivasi, versi, masa update/support, system requirements, format ekspor, dan biaya lanjutan.

Buyer perlu memastikan apakah kebutuhan akhirnya hanya review lapangan, post-processing di workstation, penggabungan banyak scan, raw-data archive, pengembangan berbasis open format, atau integrasi otomatis. Kebutuhan ini memengaruhi konfigurasi komputer, lisensi, training, dan waktu analisis setelah pekerjaan lapangan.

Delivery Kit, Aksesori, dan Total Cost of Ownership

Daftar delivery kit resmi A1040 MIRA 3D mencakup:

  • satu electronic unit dengan 32 A-DPC transducers;
  • satu tablet-PC dengan protective case;
  • satu reference block untuk functional test;
  • enam exchangeable Li-Ion battery 18650;
  • dua USB Type-C data cable;
  • dua Type-C power supply;
  • INTROVIEW Pro dengan 12 bulan Update & Support;
  • satu hard case;
  • operating manual dan warranty certificate 24 bulan; serta
  • dua screwdriver untuk penggantian baterai.

Isi quotation tetap perlu diperiksa karena kebutuhan proyek dapat menambahkan E-Boosting, unit array kedua, MH100 floor scanning tool, lisensi MIRA NEO, laptop atau workstation, reference accessories, training, commissioning, demonstrasi, serta dukungan aplikasi.

Total cost of ownership bukan hanya harga unit. Tim juga perlu menghitung pengembangan kompetensi operator, waktu membuat grid, pengelolaan data, software support, perawatan baterai, functional check, mobilisasi, dan verifikasi hasil. Penawaran dengan nama model sama belum tentu setara bila scope software, training, aksesori, dan after-sales berbeda.

Data untuk Meminta Penawaran A1040 MIRA 3D

Fortest dapat menilai kecocokan metode dan menyusun konfigurasi lebih tepat bila buyer menyertakan:

  1. jenis struktur, elemen, material, usia, dan drawing yang tersedia;
  2. dimensi, perkiraan ketebalan, dan target depth;
  3. target pemeriksaan serta keputusan yang perlu didukung;
  4. akses satu sisi, kondisi sisi belakang, dan area yang terhalang;
  5. roughness, coating, kelembapan, atau preparation yang memungkinkan;
  6. reinforcement density, tendon duct, pipa, atau objek tertanam yang diketahui;
  7. luas coverage, grid spacing, jumlah area, dan orientasi scan;
  8. kebutuhan file mentah, gambar 2D/3D, interpretasi, dan laporan;
  9. software, lisensi, training, demonstrasi, serta aksesori; dan
  10. lokasi, jumlah operator, jadwal pekerjaan, dan target pengadaan.

Harga A1040 MIRA 3D

Harga A1040 MIRA 3D dipengaruhi konfigurasi array, software dan lisensi, E-Boosting, aksesori scanning, training, dukungan aplikasi, pengiriman, garansi, serta layanan purna jual. Membandingkan harga hanya dari nama model berisiko menghasilkan scope yang tidak setara.

Sebelum meminta quotation, tentukan material, ketebalan, target reflektor, reinforcement density, kondisi permukaan, luas grid, output data, dan kompetensi operator yang dibutuhkan. Hubungi Fortest untuk mendiskusikan kelayakan A1040 MIRA 3D pada objek Anda, memilih konfigurasi yang sesuai, dan menyiapkan penawaran berdasarkan kebutuhan inspeksi yang nyata. Untuk melihat jalur metode lain, kunjungi Construction Testing & Structural NDT.

Aplikasi

  • βœ“ Pengukuran ketebalan beton dan beton bertulang ketika hanya satu permukaan dapat diakses
  • βœ“ Pemetaan tulangan, tendon duct, pipa, dan elemen tertanam sebagai reflektor ultrasonik
  • βœ“ Pencarian indikasi void, cavity, honeycomb, delaminasi, cold joint, atau retak dengan orientasi yang sesuai
  • βœ“ Pemeriksaan indikasi grouting defect pada tendon duct dan grouting coupler
  • βœ“ Pengukuran kedalaman open crack dari akses satu sisi pada kondisi aplikasi yang sesuai
  • βœ“ Single scan, area scan, serta penggabungan data grid menjadi visualisasi volume 3D
  • βœ“ Investigasi slab, dinding, kolom, bridge pier, tunnel lining, retaining wall, dam wall, dan elemen beton masif
  • βœ“ Pemeriksaan refractory, batu, marmer, keramik, atau material heterogen lain setelah kelayakan ultrasoniknya dinilai
  • βœ“ Akuisisi manual maupun integrasi pada automated inspection system
  • βœ“ Dokumentasi data 2D dan 3D untuk mendukung evaluasi engineering dan penentuan pemeriksaan lanjutan

FAQ A1040 MIRA 3D Ultrasonic Concrete Tomograph

Pertanyaan umum tentang produk ini.

Apa fungsi utama A1040 MIRA 3D? +
A1040 MIRA 3D adalah ultrasonic pulse-echo tomograph untuk memetakan kondisi internal material dari satu permukaan. Pada beton dan beton bertulang, alat ini dapat membantu mengukur ketebalan, melokalisasi reflektor seperti rebar atau tendon duct, serta memetakan indikasi void, honeycomb, delaminasi, cold joint, atau retak sesuai kondisi target.
Apakah A1040 MIRA 3D benar-benar dapat digunakan dari satu sisi? +
Ya. Transducer array memancarkan dan menerima pantulan ultrasonik dari permukaan yang sama, sehingga sisi belakang elemen tidak harus dijangkau. Hasil tetap dipengaruhi kondisi permukaan, velocity setting, agregat, kepadatan tulangan, geometri, target depth, dan orientasi reflektor.
Apakah pengujian A1040 MIRA 3D membutuhkan liquid couplant? +
Array menggunakan Active Dry-Point-Contact transducers sehingga tidak memerlukan gel atau liquid couplant seperti pada probe konvensional. Dry contact tidak menghilangkan kebutuhan persiapan permukaan; tonjolan, material lepas, coating tebal, atau roughness dapat mengganggu kestabilan kontak.
Berapa kedalaman inspeksi A1040 MIRA 3D? +
Spesifikasi resmi menyatakan penetration depth hingga 3.000 mm pada beton bertulang, bergantung pada sifat beton. Kedalaman efektif dipengaruhi attenuasi, ukuran agregat, reinforcement density, ukuran dan orientasi target, aperture, frequency, kondisi permukaan, serta signal-to-noise ratio. Angka maksimum bukan jaminan untuk setiap struktur.
Apa fungsi E-Boosting pada A1040 MIRA 3D? +
E-Boosting menggunakan intelligent pulse control dan pemrosesan sinyal untuk meningkatkan energi transmisi serta signal-to-noise ratio pada material tebal atau sangat attenuative. Pada kondisi tertentu, teknologi ini berpotensi mendukung inspeksi hingga 4-6 m, tetapi ketersediaan fitur, konfigurasi unit, dan kelayakan objek harus dikonfirmasi dalam quotation dan trial aplikasi.
Seberapa kecil rebar atau void yang dapat terdeteksi? +
Acuan kondisi rata-rata mencakup reflektor silindris seperti rebar sekitar 15 mm dan air bubble sekitar 20 mm. Angka tersebut bukan detection guarantee. Kemampuan aktual bergantung pada panjang gelombang, material, kedalaman, bentuk, orientasi, reflectivity, aperture, tulangan di atas target, dan kualitas scanning.
Apa perbedaan A1040 MIRA 3D dengan A1040 MIRA Classic? +
MIRA 3D memakai 32-channel A-DPC array yang dapat diperluas, akuisisi FMC, rekonstruksi TFM, visualisasi 3D real-time, serta kontrol melalui tablet atau laptop. MIRA Classic memakai fixed array 48 transducers, display terintegrasi, dan workflow unit mandiri berbasis B-scan serta pemrosesan lanjutan. Pilihan ditentukan oleh kebutuhan imaging, coverage, workflow operator, software, dan anggaran.
Apakah A1040 MIRA 3D sama dengan MIRA 3D Pro? +
Tidak. A1040 MIRA 3D standar memulai dari satu array 32-channel yang lebih compact, sedangkan MIRA 3D Pro menggunakan dua array dengan total 64 A-DPC transducers untuk membentuk effective aperture lebih besar. Pro lebih relevan untuk struktur tebal, material sangat attenuative, atau target yang membutuhkan konfigurasi high-aperture. Quotation harus menyebut model, jumlah array, channel, software, dan scope E-Boosting secara eksplisit.
Apakah MIRA 3D menggantikan rebar detector atau UPV? +
Tidak sepenuhnya. MIRA 3D membentuk tomogram pulse-echo untuk pemetaan reflektor dan ketebalan dari satu sisi. Rebar detector lebih langsung untuk cover, spacing, dan estimasi diameter, sedangkan UPV berfokus pada waktu rambat pulsa melalui jalur direct, semi-direct, atau indirect. Beberapa metode dapat digunakan bersama untuk verifikasi silang.
Apa yang termasuk dalam paket A1040 MIRA 3D? +
Daftar resmi mencakup unit dengan 32 A-DPC transducers, tablet dengan protective case, reference block, enam baterai 18650, dua USB-C data cable, dua Type-C power supply, INTROVIEW Pro dengan 12 bulan Update & Support, hard case, manual, warranty certificate, dan dua screwdriver. Training, commissioning, E-Boosting, MIRA NEO, floor scanner, dan layanan aplikasi harus dikonfirmasi pada quotation.
Berapa harga A1040 MIRA 3D di Indonesia? +
Harga bergantung pada konfigurasi array, software dan lisensi, E-Boosting, aksesori scanning, training, dukungan aplikasi, pengiriman, serta layanan purna jual. Agar penawaran tepat, siapkan jenis struktur, material, ketebalan, target inspeksi, reinforcement density, kondisi permukaan, luas coverage, output data, lokasi, dan jadwal pengadaan.

Produk Terkait

A1040 MIRA 3D Pro Ultrasonic Concrete Tomograph

ACS Group

A1040 MIRA 3D Pro Ultrasonic Concrete Tomograph

Available

A1040 MIRA 3D Pro ditujukan untuk tim NDT dan engineering yang memerlukan effective aperture lebih besar pada beton tebal, struktur masif, atau material berattenuasi tinggi. Dua array dengan total 64 A-DPC transducers merekam data pulse-echo FMC/TFM untuk visualisasi 3D real-time, dengan konfigurasi dan target kedalaman yang harus disesuaikan terhadap kondisi objek.

Model: A1040 MIRA 3D Pro Ultrasonic Pulse-Echo Tomography
A1040 MIRA Classic Ultrasonic Concrete Tomograph

ACS Group

A1040 MIRA Classic Ultrasonic Concrete Tomograph

Available

A1040 MIRA Classic membantu tim inspeksi memetakan reflektor dan indikasi kondisi internal beton ketika hanya satu permukaan yang dapat dijangkau. Matrix antenna array 48 dry-point-contact transducers mengumpulkan data pulse-echo tanpa liquid couplant untuk evaluasi void, delaminasi, retak, tulangan, tendon duct, serta ketebalan, dengan pencatatan B-scan dan pemrosesan volume melalui INTROVIEW.

Model: A1040 MIRA Classic Ultrasonic Pulse-Echo Tomography
HC-U91 Concrete Ultrasonic Tester

Hichance

HC-U91 Concrete Ultrasonic Tester

Available

HC-U91 Concrete Ultrasonic Tester mendukung inspeksi NDT beton untuk membaca cacat internal, kedalaman retak, lebar retak, dan indikasi kuat beton pada elemen struktur. Instrumen ini menyediakan pengujian ultrasonik dual channel, automatic first wave arrival reading, layar sentuh 10.1 inci, crack width measurement 0-10 mm, crack depth 5-500 mm, penyimpanan internal 16G, transfer data USB/WIFI, dan software PC untuk analisis serta laporan.

Model: HC-U91 Concrete Ultrasonic Tester
HC-GY91 Multi-Channel Rebar Detector

Hichance

HC-GY91 Multi-Channel Rebar Detector

Available

HC-GY91 Multi-Channel Rebar Detector membantu tim struktur memetakan posisi tulangan sebelum coring, drilling, renovasi, atau inspeksi bangunan eksisting. Alat ini menggunakan 3 channel sensor, layar sentuh 3.5 inci, laser pointer 4 arah, smart calibration, mode block detection 8x8, dan software analisis 3D untuk membantu membaca posisi rebar, tebal cover, spacing, serta estimasi diameter tulangan.

Model: HC-GY91 Rebar Detector
SolGeo All-in-One MCHA Ultrasonic Cross-Hole Testing System

SolGeo

SolGeo All-in-One MCHA Ultrasonic Cross-Hole Testing System

Available

SolGeo All-in-One MCHA adalah sistem ultrasonic cross-hole testing untuk mengevaluasi homogenitas beton di antara access duct pada bored pile, drilled shaft, diaphragm wall, barrette, dan fondasi beton sejenis. Konfigurasi maksimumnya merekam tiga lintasan source-receiver secara simultan, dengan encoder untuk sinkronisasi kedalaman, probe 80 kHz standar atau 50 kHz berdasarkan permintaan, reel hingga 100 m, serta software tablet/PC melalui WiFi atau USB.

Model: All-in-One MCHA Cross-Hole Sonic Logging

Tertarik dengan A1040 MIRA 3D Ultrasonic Concrete Tomograph?

Hubungi tim kami untuk mendapatkan penawaran harga, ketersediaan stok, dan rekomendasi konfigurasi.

Chat WhatsApp