Panduan Produk Updated: 28 Juli 2026

UCI vs Leeb: Cara Memilih Portable Hardness Tester Berdasarkan Komponen

UCI lebih sesuai untuk area kecil, komponen tipis, hardened layer, dan geometri kompleks; Leeb lebih sesuai untuk benda masif dan cukup kaku. Pelajari cara memilih metode berdasarkan objek, permukaan, akses, dan tujuan pengujian.

Portable hardness tester NOVOTEST dengan probe UCI dan Leeb untuk pengujian kekerasan logam

Portable hardness tester sering dibandingkan berdasarkan skala yang tampil di layar: HV, HRC, HB, HRB, atau MPa. Pendekatan ini belum cukup. Dua alat dapat sama-sama menampilkan HRC, tetapi menggunakan prinsip pengukuran yang berbeda dan membutuhkan kondisi benda uji yang tidak sama.

Pada metode Ultrasonic Contact Impedance (UCI), operator menekan diamond indenter ke permukaan dengan test load yang ditentukan. Pada metode Leeb, impact body ditembakkan ke permukaan dan alat mengevaluasi hubungan kecepatan impact dengan rebound. Perbedaan prinsip ini menentukan objek, preparation, geometri, support, dan jenis pekerjaan yang sesuai.

Bagi tim QA/QC, maintenance, inspection, dan procurement, pertanyaan utamanya bukan “metode mana yang lebih bagus?” Pertanyaan yang lebih tepat adalah: metode mana yang paling sesuai dengan komponen dan keputusan yang harus dibuat?

Artikel ini membandingkan UCI vs Leeb untuk membantu menyusun shortlist portable hardness tester berdasarkan kondisi nyata pekerjaan.

Ringkasan Cepat: Pilih UCI atau Leeb?

Gunakan UCI ketika pengukuran harus ditempatkan pada area kecil, lapisan yang dikeraskan, gear tooth, groove, weld atau heat-affected zone, komponen tipis yang ditumpu dengan benar, dan bentuk yang sulit dijangkau bench tester.

Gunakan Leeb ketika objek cukup besar, masif, dan kaku untuk menerima impact tanpa bergerak atau bergetar. Metode ini umum dipertimbangkan pada casting, forging, roll, housing, shaft besar, dan komponen mesin terpasang dengan kondisi permukaan yang sesuai.

Jika satu tim menangani kedua kelompok pekerjaan tersebut, combined hardness tester dengan probe UCI dan Leeb dapat lebih praktis daripada memaksakan satu metode untuk semua benda uji.

Kondisi pekerjaanMetode yang lebih relevanCatatan utama
Area ukur kecil atau sempitUCIProbe harus tegak dan stabil
Komponen tipis atau ringanUCIMemerlukan support, fixture, atau stand yang benar
Hardened layer atau finished surfaceUCITest load dan kedalaman lapisan harus sesuai
Gear tooth, groove, atau holeUCIPastikan akses cukup untuk alignment probe
Casting atau forging besarLeebMassa dan kekakuan harus memadai
Permukaan relatif kasarLeebPreparation tetap diperlukan sesuai probe dan prosedur
Struktur material relatif kasarLeebGunakan impact device yang sesuai
Variasi objek kecil hingga masifUCI dan LeebPertimbangkan combined tester

Tabel tersebut merupakan titik awal, bukan pengganti prosedur. Material, heat treatment, curvature, thickness, roughness, test direction, calibration, serta acceptance criteria tetap harus diperiksa.

Bagaimana Metode UCI Mengukur Kekerasan?

UCI menggunakan vibrating rod dengan Vickers diamond indenter pada ujungnya. Ketika probe diberi test load dan indenter berkontak dengan permukaan, contact area memengaruhi frekuensi resonansi rod. Perubahan frekuensi tersebut diolah menjadi nilai comparative hardness.

ASTM A1038-26 menjelaskan UCI sebagai metode portable untuk menentukan nilai kekerasan comparative. Pengukurannya bersifat superficial: hasil pada satu titik mewakili kondisi permukaan yang bersentuhan dengan indenter, bukan seluruh komponen atau kondisi di bawah permukaan.

Karakter ini menjadikan UCI relevan ketika tim membutuhkan:

  • jejak pengukuran relatif kecil;
  • penempatan titik pada area sempit;
  • pengukuran di tooth flank atau root gear;
  • pemeriksaan surface-hardened layer;
  • pengukuran weld dan HAZ dengan mapping yang ditetapkan;
  • pengujian komponen kecil atau tipis yang dapat ditumpu secara kaku; dan
  • comparative measurement dekat proses produksi atau komponen terpasang.

Jejak kecil bukan berarti UCI dapat digunakan tanpa preparation. Scale, coating lepas, decarburized surface, roughness berlebihan, curvature, posisi probe yang miring, atau movement pada benda uji dapat meningkatkan variasi hasil.

Faktor Kritis pada UCI

Test load. Probe dengan beban rendah membantu membatasi ukuran indentasi, tetapi lebih sensitif terhadap preparation dan kestabilan operator. Beban lebih tinggi dapat digunakan pada kondisi berbeda, tetapi tidak otomatis lebih baik untuk setiap hardened layer.

Posisi probe. UCI membutuhkan tekanan yang terkontrol dan arah probe yang sedekat mungkin dengan tegak lurus terhadap permukaan. Transverse force atau gerakan saat test load diterapkan dapat memengaruhi pembacaan.

Support benda uji. Komponen kecil dan pelat tipis harus cukup kaku. Jika benda melentur, bergeser, atau bergetar, sebagian energi tidak lagi mewakili respons lokal material.

Material calibration. Hubungan antara perubahan frekuensi dan nilai hardness dipengaruhi karakter material. Material atau heat treatment di luar calibration bawaan memerlukan reference sample yang mewakili benda aktual.

Kedalaman lapisan. Pada nitriding, cementation, induction hardening, atau metallic coating, buyer perlu mengetahui hardened-layer depth. Hasil tidak boleh diasumsikan hanya mewakili lapisan apabila pengaruh substrate belum dievaluasi.

Bagaimana Metode Leeb Mengukur Kekerasan?

Leeb merupakan metode dynamic rebound. Impact device mendorong impact body menuju permukaan benda uji. Instrumen membandingkan kecepatan sebelum dan setelah impact untuk menghasilkan nilai Leeb pada skala yang sesuai.

ISO 16859-1 membahas pengukuran dynamic hardness logam menggunakan beberapa Leeb scale. Karena metode ini bergantung pada impact dan rebound, benda uji harus memiliki massa serta kekakuan yang memadai atau menggunakan support dan coupling yang sesuai.

Leeb sering dipertimbangkan untuk:

  • casting dan forging;
  • shaft, roll, housing, dan komponen mesin besar;
  • material dengan struktur relatif coarse-grained;
  • benda terpasang yang tidak dapat dibawa ke bench tester;
  • incoming inspection pada komponen masif; dan
  • area yang menerima impact dengan stabil.

Metode ini dapat lebih toleran terhadap permukaan yang relatif kasar dibanding UCI, tetapi bukan berarti preparation boleh diabaikan. Scale, rust, coating, curvature, permukaan tidak rata, impact direction, dan pemilihan probe masih dapat memengaruhi hasil.

Faktor Kritis pada Leeb

Massa dan kekakuan. Benda ringan atau tipis dapat bergerak saat impact sehingga rebound tidak lagi mewakili material secara benar. Coupling ke support yang lebih berat hanya dapat digunakan apabila prosedurnya mendukung.

Impact device. Probe D merupakan pilihan umum, sedangkan DC, DL, C, D+15, E, dan G melayani kebutuhan energi impact, akses, material, atau geometri yang berbeda. Tipe probe tidak boleh dipilih hanya berdasarkan ukuran fisiknya.

Surface roughness. Permukaan harus memenuhi kebutuhan impact device. Roughness atau scale berlebihan dapat meningkatkan scatter dan membuat averaging menyembunyikan masalah preparation.

Test direction. Arah impact perlu ditetapkan dan dicatat. Walaupun instrumen tertentu menyediakan direction correction, operator tetap harus mengikuti prosedur dan memastikan probe stabil.

Material conversion. Nilai HLD dapat dikonversi ke HRC, HB, HV, atau skala lain hanya ketika material group dan rentangnya sesuai. Conversion bukan pengukuran langsung pada skala tujuan.

Perbandingan UCI vs Leeb

FaktorUCILeeb
PrinsipPerubahan resonansi saat diamond indenter diberi bebanPerbandingan kecepatan impact dan rebound
Sifat pengukuranSuperficial dan lokal pada titik kontakDynamic response pada area impact
Objek utamaKecil, tipis dengan support, hardened layer, geometri kompleksMasif, kaku, casting, forging, dan komponen besar
Area sempitBaik untuk gear tooth, groove, radius, dan hole dengan probe yang sesuaiMemerlukan clearance untuk impact device dan loading tube
PermukaanLebih sensitif terhadap preparation dan posisi probeDapat lebih toleran, tetapi roughness limit tetap berlaku
Struktur materialLebih sesuai untuk pengukuran lokal dan fine-grained materialDapat lebih sesuai untuk material berstruktur relatif kasar
Jejak pengukuranRelatif kecil, bergantung test load dan hardnessTerjadi impact fisik dengan energi sesuai probe
Benda ringanDapat digunakan bila cukup kaku dan ditumpu dengan benarBerisiko memberi false reading jika massa/kekakuan tidak memadai
Arah ukurProbe harus tegak dan stabilDirection dan correction harus sesuai prosedur
CalibrationMaterial/reference calibration sangat pentingMaterial group, impact device, dan conversion harus sesuai
Standar metodeASTM A1038 dan DIN 50159ASTM A956/A956M dan ISO 16859-1
Aplikasi tipikalWeld/HAZ, gear, bearing, blade, die, mould, hardened layerCasting, forging, roll, shaft besar, housing, mesin terpasang

Perbedaan tersebut menunjukkan mengapa hardness scale tidak dapat menjadi satu-satunya dasar pembelian. Nilai HRC pada layar UCI dan nilai HRC hasil conversion Leeb berasal dari workflow yang berbeda.

Contoh Pemilihan Berdasarkan Komponen

Gear Tooth, Bearing, Blade, Mould, dan Die

Area pada tooth flank, root gear, bearing race, blade edge, mould, atau die sering sempit dan berdekatan dengan perubahan radius. UCI lebih mudah ditempatkan pada titik lokal dengan jejak kecil, selama probe dapat ditekan tegak dan permukaan telah disiapkan.

Jika komponen memiliki hardened layer, siapkan material, proses heat treatment, target hardness, estimated case depth, dan lokasi pengukuran. Test load harus dipilih agar pengukuran relevan terhadap lapisan tanpa mengabaikan pengaruh substrate.

Weld dan Heat-Affected Zone

UCI dapat digunakan untuk mapping hardness pada weld, HAZ, dan base metal karena titik pengukuran dapat ditempatkan pada area yang telah ditentukan. Namun, hasil yang berguna membutuhkan layout titik, jarak dari fusion line, preparation, jumlah pembacaan, material calibration, dan acceptance criteria yang konsisten.

Portable hardness tester tidak menentukan sendiri apakah weld diterima. Pass/fail tetap mengikuti prosedur, material specification, welding document, serta pihak yang berwenang.

Casting, Forging, Roll, dan Housing

Casting dan forging besar biasanya memiliki massa serta kekakuan yang mendukung metode rebound. Leeb juga dapat lebih praktis pada roll, housing, atau komponen mesin yang tidak dapat dipindahkan.

Struktur material yang kasar dapat menghasilkan variasi antar-area. Tentukan jumlah impact, jarak antar-titik, averaging, outlier handling, dan impact device sebelum pengujian. Jangan memilih titik terbaik setelah melihat hasil.

Pipe, Tank, dan Steel Sheet

Tidak semua pipe atau sheet otomatis sesuai untuk salah satu metode. UCI dapat digunakan pada wall atau sheet yang relatif tipis apabila cukup kaku dan didukung dengan benar. Leeb membutuhkan perhatian lebih terhadap massa efektif, wall thickness, diameter, dan vibrasi akibat impact.

Sertakan diameter, ketebalan, radius, akses sisi luar atau dalam, support, dan posisi pengukuran ketika meminta rekomendasi. Foto objek sering lebih berguna daripada hanya menyebut “pengujian pipa”.

Alur Keputusan Sebelum Membeli

Gunakan urutan berikut sebelum menentukan metode atau model alat.

1. Kelompokkan Objek

Pisahkan small part, thin sheet, weld, gear, shaft, casting, forging, dan mesin terpasang. Satu daftar objek dapat menunjukkan bahwa tim sebenarnya membutuhkan dua metode.

2. Catat Massa, Ketebalan, dan Kekakuan

Data ini sangat penting untuk Leeb dan tetap relevan bagi UCI. Hindari deskripsi umum seperti “komponen tidak terlalu besar”. Gunakan angka, dimensi, foto, dan cara benda ditumpu.

3. Petakan Titik dan Akses

Tentukan apakah pengukuran dilakukan pada permukaan datar, radius, tooth flank, groove, hole, weld cap, HAZ, atau internal surface. Pastikan ruang tersedia untuk housing probe, loading tube, dan tangan operator.

4. Nilai Kondisi Permukaan

Catat roughness, scale, rust, coating, machining mark, serta preparation yang boleh dilakukan. Komponen finished dan benda as-cast membutuhkan pendekatan berbeda.

5. Tentukan Output yang Dibutuhkan

Apakah tim memerlukan nilai lokal HV, conversion HRC/HB, statistics, foto lokasi, report, export data, atau hanya comparative screening? Output menentukan kebutuhan software dan dokumentasi selain metode probe.

6. Konfirmasi Prosedur dan Acceptance Criteria

Standar metode tidak otomatis menentukan acceptance limit. Material specification, drawing, repair procedure, welding requirement, atau dokumen pelanggan tetap perlu menetapkan batas yang digunakan.

Kesalahan Umum Saat Membandingkan UCI dan Leeb

Beberapa kesalahan berikut sering menghasilkan konfigurasi yang tidak sesuai atau data yang sulit dipertanggungjawabkan:

  • memilih alat hanya karena menampilkan skala HRC atau HB;
  • memakai Leeb pada benda ringan tanpa mengevaluasi support dan coupling;
  • memakai UCI pada permukaan kasar tanpa preparation memadai;
  • menganggap semua test load UCI dapat diganti melalui menu;
  • menggunakan satu calibration untuk material dan heat treatment yang berbeda;
  • tidak mencatat jenis probe, arah ukur, serta lokasi pengujian;
  • menganggap hasil conversion sama dengan pengujian langsung pada skala tujuan;
  • menggunakan nilai MPa sebagai pengganti tensile test; dan
  • mengambil rata-rata banyak pembacaan untuk menutupi scatter akibat prosedur yang salah.

Jika scatter tinggi, jangan langsung menambah jumlah pembacaan. Periksa surface preparation, probe alignment, movement, curvature, impact direction, material calibration, reference block, dan kesesuaian metode.

Hardness Conversion Bukan Pengukuran Langsung

UCI umumnya menghubungkan respons pengukuran dengan nilai Vickers, lalu instrumen dapat menampilkan HRC, HB, HRB, atau skala lain melalui conversion. Leeb menghasilkan nilai dynamic hardness dan dapat mengonversinya ke skala lain berdasarkan material group.

Conversion dipengaruhi alloy, microstructure, heat treatment, dan rentang hardness. Karena metode Vickers, Rockwell, Brinell, UCI, dan Leeb tidak mengukur kombinasi sifat material dengan cara yang identik, nilai hasil conversion harus diperlakukan sebagai nilai approximate dalam batas yang sesuai.

Jika drawing atau acceptance document meminta metode tertentu, jangan menggantinya hanya karena portable tester dapat menampilkan skala yang sama. Untuk keputusan kritis, konfirmasi apakah conversion diizinkan dan material berada dalam tabel atau calibration yang relevan.

Memilih Dedicated UCI atau Combined Tester

Setelah metode ditentukan, buyer masih perlu memilih bentuk instrumen.

NOVOTEST T-U2 UCI Hardness Tester merupakan dedicated UCI tester dengan electronic unit terpisah dan pilihan external probe 10, 50, atau 98 N. Konfigurasi ini relevan ketika pekerjaan membutuhkan pemilihan load untuk weld, HAZ, gear, hardened layer, groove, atau komponen tipis, dengan internal memory dan transfer hasil ke PC. Koneksi Android hanya tersedia pada varian T-U2 Lab.

NOVOTEST Lab UCI Pro Wireless Hardness Tester merupakan dedicated UCI tester dengan probe, display, kontrol, dan baterai dalam unit sekitar 160 gram. Pilihan test load-nya adalah HV1 9,8 N, HV5 49 N, atau HV10 100 N sesuai varian perangkat. Konfigurasi ini relevan ketika pekerjaan berfokus pada small part, thin plate yang ditumpu dengan benar, hardened layer, gear tooth, groove, dan area sempit.

NOVOTEST T-UD3 Combined Hardness Tester menerima UCI probe dan Leeb probe pada satu electronic unit. Pilihan ini lebih sesuai ketika tim perlu berpindah dari pengukuran lokal pada weld, gear, atau hardened layer menuju casting, forging, atau komponen masif.

Combined tester memberi coverage aplikasi lebih luas, tetapi tetap membutuhkan pemilihan probe, test block, stand, support ring, dan calibration yang benar. Satu electronic unit tidak menghapus batas masing-masing metode.

Untuk melihat instrumen lain berdasarkan jenis pemeriksaan, kunjungi kategori Industrial NDT & Inspection.

Checklist Data untuk Meminta Penawaran

Siapkan informasi berikut agar metode dan konfigurasi dapat dibandingkan secara setara:

  1. jenis komponen dan fungsi operasionalnya;
  2. material, grade, dan proses heat treatment;
  3. massa, panjang, lebar, diameter, dan ketebalan;
  4. hardened-layer depth atau coating thickness bila relevan;
  5. lokasi ukur seperti weld, HAZ, gear tooth, groove, radius, atau surface layer;
  6. kondisi permukaan dan roughness;
  7. support, fixture, coupling, serta kemungkinan movement;
  8. hardness scale, rentang target, dan acceptance limit;
  9. standar metode atau prosedur yang digunakan;
  10. kebutuhan UCI test load atau tipe Leeb impact device;
  11. reference block, calibration certificate, stand, dan support ring;
  12. jumlah titik, statistics, foto, report, serta data export; dan
  13. jumlah operator, lokasi penggunaan, training, serta target pengadaan.

Data tersebut membantu tim membandingkan UCI vs Leeb berdasarkan pekerjaan aktual, bukan hanya berdasarkan fitur alat.

Kesimpulan

UCI dan Leeb bukan dua cara yang dapat dipertukarkan bebas untuk mendapatkan angka hardness yang sama. UCI lebih sesuai untuk pengukuran lokal pada area kecil, komponen tipis yang stabil, hardened layer, weld, dan geometri kompleks. Leeb lebih sesuai untuk benda yang cukup masif dan kaku seperti casting, forging, roll, housing, atau mesin terpasang.

Mulailah dari material, massa, ketebalan, kekakuan, roughness, geometri, dan titik ukur. Setelah itu barulah pilih test load, impact device, reference block, aksesori, software, dan bentuk laporan. Pendekatan ini mengurangi risiko membeli alat yang dapat menampilkan angka, tetapi tidak sesuai dengan benda yang harus diperiksa.

Butuh Rekomendasi Produk?

Konsultasikan kebutuhan aplikasi Anda dengan tim teknis kami.

Konsultasi Portable Hardness Tester
Chat WhatsApp